Tuesday, September 16, 2014 19:26

Renungan Harian dan Bacaan Harian

Posted by on Thursday, February 21, 2008, 12:43
This news item was posted in katolik category and has 7 Comments so far.

Hari ini seperti biasa aku mendapat kiriman email berisi renungan harian. Dan seperti biasa juga dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Seperti biasanya juga aku langsung lari ke bahasa Indonesia nya. :) Ya namanya renungan kan harus direnungkan dong.. masak musti dipelajari .. kalo bahasa Inggris kan musti buka kamus.. cari arti dulu.. cek sama Indonesianya, perlu diartiin mentah-mentah ato dicari di bagian idiom nya, dll… yang malah bikin makna renungannya jadi tidak dapat. (ngeles : mode on)

Namun email masuk berikutnya, yang merupakan reply dari renungan tadi, membikin aku sedikit belajar (akhirnya :) ). Temen tadi cuma me-repply, kok inggris dan indonesianya artinya beda jauh ya .. Dan langsung ada yang me-repply dengan kalimat .. iya nih lebih “mantep” pake bahasa inggris nya .. soul-nya dapet. Aku yang baca langsung membatin .. waduh nerjemahin artinya aja pusing boro-boro ketemu soul .. hehehe … (sambil buka kamus cari arti kata soul .. oke berlebihan :P )

Berbulan yang lalu, dalam acara obrolan santai di kereta api AC menuju Pondok Ranji setelah pulang kantor, salah satu temen pernah menyinggung bahwa kamus Indonesia Inggris terbagus dan terbesar adalah Alkitab (bahasa Inggris) dengan terjemahan (Indonesia)-nya. Soal bener enggaknya ya gak tau.. sementara bolehlah dipahami bahwa tentu saja banyak kata, rangkaian kata, dan idiom dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia, jadi diassumsikan bahwa semakin banyak kata semakin banyak terjemahan… hmm ..bolehlah analoginya. Tapi kalo artinya beda jauh berarti terjemahannya yang ngaco dong .. Lho emang ada yang beda ??? (jelas ada karena di atas telah disinggung).

Nih sebagai contoh :

Kisah Para Rasul 9:31
Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Gereja itu dibangun dan hidup dalam takut akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan penghiburan Roh Kudus.

Acts of the Apostles 9:31
31 So the church throughout all Judea and Galilee and Samaria had peace and was built up; and walking in the fear of the Lord and in the comfort of the Holy Spirit it was multiplied.

Kata “church” biasanya dipahami sebagai gereja tapi disini sebagai jemaat.

Oke jika ada perbedaan seperti itu .. trus apakah musti kita baca semuanya dalam bahasa Inggris supaya bisa dapet arti ato “soul” yang bener ?

Oh..tidak begitu maksudku .. ini hanya untuk memperjelas bahwa Kitab Suci bukannya semata-mata Kamus terbesar. Lagian kata siapa Kitab Suci awalnya pake bahasa Inggris. Memang paling baik untuk membaca Kitab Suci kalau tahu bahasa asli (juga adat kebiasaaan dan situasi sejarah saat itu). Tetapi ini bukan suatu hal yang gampang atau mudah dilaksanakan. Bahkan harus dikatakan bahwa untuk kebanyakan orang, ini hampir mustahil, tidak ada kesempatan, tidak ada waktu dan juga tidak ada pendidikan dasar untuk itu. Maka sebaiknya itu diserahkan kepada para ahli  saja.

Maka Kitab Suci tidak bisa semuanya dilihat dan dibaca sebagai satu ayat yang sambung menyambung menjadi sebuah kitab. Yang boleh diartikan ayat per ayat. Membaca dan merenungkan bacaan Kitab Suci pun harus melihat tema dari bacaan tersebut. (Ck..ck.. keren kan kalimat gw .. :) ). Tema bacaan itulah yang yang merupakan “soul” nya. Inilah sebabnya aku tadi bilang belajar, sebab aku jadi berpikir kenapa yach kok aku baca renungan harian dan bukannya baca bacaan harian.

Renungan harian yang selalu aku terima via email selalu diawali oleh suatu kisah tentang pengalaman seseorang dan selalu dikaitkan dengan satu ato dua ayat dalam kitab suci. Jujur saja kisah-kisah itu selalu menyentuhku. Tapi bagaimana kisah tersebut menemukan ayatnya itu membuatku merasa bahwa ayat hanya digunakan sebagai “judge” pembenaran kisah tadi. Soalnya aku jadi berpikir jika aku punya pengalaman dan aku sisipin ayat suci didalamnya.. wah tentu pengalamanku akan menjadi pengalaman suci.. dan ujung-ujungnya aku orang suci juga ..hehehe… :P

Berbeda dengan renungan harian, bacaan (Kitab Suci) harian umumnya telah ditetapkan ato terjadwal terlebih dahulu. Dan karena telah dibuat terlebih dahulu maka dapat diketahui tema harian dari bacaan itu.. tema bulanan.. bahkan tema untuk satu tahun. Bacaan harian tersebut kemudian dilengkapi dengan ulasan untuk dipahami, dihayati, sebagaimana dihayati oleh Israel  dan oleh jemaat perdana, dan dari penghayatan Kitab Suci itu kita harus tanya bagaimana dengan hidup kita sekarang.

Cara merenungkan bacaan harian gimana ya …

(a) Pertama-tama kita harus tahu dengan jelas apa sebetulnya tema yang oleh sang pengarang disini dibahas. Dan (b) kemudian kita harus tahu apa kebutuhan kita. Serta (c) akhirnya kita sendiri harus bertindak nyata di lingkungan sekitar sebagaimana isi dari Kitab Suci.

Pelajaran yang aku dapet sebagaimana telah aku singgung di atas adalah bahwa janganlah kisah hidup kita disandingkan dengan suatu ayat karena ini hanya akan “membenarkan” nya dihadapan Kitab Suci.

Gak percaya ? Liat aja sekeliling.

Catatan : Gambar dari sini

You can leave a response, or trackback from your own site.

7 Responses to “Renungan Harian dan Bacaan Harian”

  1. 2008.02.22 09:32

    bukannya cara untuk pemahaman bisa beda-beda tiap orang mas.. kalo seorang emmy sih lebih suka baca kisahnya dari pada baca ayatnya .. sebab terkadang suka gak nyambung ama kisahnya.. terlalu dipaksakan.
    btw, makasih atas share nya ..
    keep posting… ya minimal dah gak golongan single post .. :mrgreen:

    # betul banget mbak .. setiap orang bisa berbeda .. cuma share “kepenatan” aku aja… mohon bimbingan selalu 8)

  2. masariwowo
    2008.03.11 12:33

    kadang orang terjebak pada romantisme renungan, hanya nyenggol dihati, mata berkaca-kaca… udah… selesai… nggak ada apa-apa… ini yang biasanya terjadi di saya, makanya setiap dapat postingan renungan biasanya langsung saya del… itu duluuu, sekarang saya coba pilah renungan yang pas buat saya, minimal enak dibaca, ceritanya bagus, entah fiksi entah nyata, biasanya itu yang membekas, minimal ada perubahan cara pandang pada suatu hal, kalau yang tidak menarik ceritanya, rohani banget atau terlalu dihubung-hubungkan dengan ayat-ayat aku ngga baca, mungkin belum saatnya buatku… pelan-pelan, semua orang butuh latihan juga kan? dan tadi bentuk latihan sederhanaku : baca yang saya suka saja dulu, entah berhasil memahami atau tidak itu soal lain…. ok bos makasih atas bagi-bagi ilmunya, saya tunggu renungan-renungan yang lain…

    # dalam buku Doa Sang Katak dijelaskan bahwa sebuah cerita biarkan melewati diri kita dan tidak perlu langsung dicerna. kelak pada saat kita terlibat dalam suatu peristiwa, cerita tadi akan muncul sendiri dengan pemahaman yang terang.

  3. 2008.05.15 12:04

    For it is the God who commanded light to shine out of darkness, who has shone in our hearts to give the light of the knowledge of the glory of God in the face of Jesus Christ.
    2 Corinthians 4:6

    # orang farisi dan ahli taurat gak tau wajah Yesus ketika Dia datang. Apalagi kita.. kudu waspada. makasih dah mampir :)

  4. 2008.05.15 12:14

    If you’re making hard to make a living,
    Never taking time to smell the roses,
    Now’s the time to heed the Bible’s wisdom:
    Find true joy before your life’s day closes

    # thanks bro..

  5. Ridhawati Azwardini
    2008.09.15 13:14

    TIPS MENCARI TUHAN YANG BENAR-2 TUHAN
    &
    MEMILIH AGAMA YANG DIRIDHOINYA (DIBENARKAN OLEHNYA)

    1. Kita harus menyadari, mengapa kita perlu mencari Tuhan ?,
    • Hal ini supaya kita bisa memahami dan menyadari untuk apa kita ada (hidup) di Dunia ini, yang ujung-2-nya kita akan sakit, tua, atau akhirnya mati juga, harta milik kita ditinggalkan begitu saja dan untuk yang masih hidup, kok enak yah !, begitu juga ilmu kita (S1, S2, bahkan sampai S3) ikut sirna, tidak bisa copy file di harddisk ataupun kepada seseorang, kecuali kalau kita buku kan !. pokoknya sia-sia kita HIDUP ini, kecuali ……… ?.
    2. Bagaimana cara yang benar untuk mencari TUHAN ?, apa memang kita harus Mencarinya ? bukannya TUHAN sendiri yang active mendatangi kita ?
    • Kita bisa mencarinya melalui buku-2, diskusi, logical, bukti-3 sejarah) dan jangan membatasi diri untuk tidak mempelajari seluruha Agama atau aliran kepercayaan atau keyakinan yang ada dan berkembang saat ini.
    • Serta berdo`alah agar kita diberikan kemudahan dan petunjukdari NYA.
    3. Ada “filosofi” atau “HUKUM ALAM” yang kita harus terima, dan itu bisa digunakan untuk mencarinya, antara lain;
    • Sesuatu mesti ada yang menciptakannya ? (yakini dulu !), seperti mobil, rumah, baju, dll, tidak mungkin ada barang tiba-2 ada dengan sendirinya, seperti Bumi, dan Planet-2 lainnya.
    • Pencipta mestinya harus ada dulu dari pada yang diciptakan ? (Tuhan lebih dulu ada sebelum adanya Manusia, bumi, jagad raya), tidak setelah ada manusia (+ nabi-2) tiba-2 turun ke bumi dan menampakan atau menjelma menjadi Manusia ?
    • Pencipta mestinya tidak sama dengan yang diciptakannya (Manusia membuat mobil, tentunya mobil tidak sama dengan Manusia, baik bentuk dan kelakuannya), terima dulu logical ini !.
    • Jadi Tuhan tidak akan menyerupai yang diciptakannya (sama dengan manusia) ?
    • Manusia dan semua ciptaannya akan tunduk atau mengikuti HUKUM ALAM, yaitu menempati (ber dimensi) ruang, akan rusak karena waktu (umur) atau mati, dapat dilihat, diraba, atau dirasakan, dan difoto kemudian di up load di WWW), wah kalo Tuhan punya WEB berapa yah hits/day nya ?.
    • Jadi Tuhan tidak akan mungkin berwujud sama dengan ciptaannya (Manusia). Atau mempunyai sifat-2 yang akan tunduk terhadap HUKUM ALAM tadi.
    • Tuhan tidak bisa dikategorikan jenis kelaminnya (Gender laki-2 atau perempuan ?), Tuhan Bapak, atau Bapa di Surga ?, Walaupun sebatas sebutan saja, atau untuk memudahkan membayangkan, bahwa Tuhan seperti Bapak baiknya (kelakuan baik dan perannya).
    • Wujud atau Tubuh Tuhan juga tidak menyerupai Manusia yang mempunyai tangan atau kaki, jadi tidak akan “CAMPUR TANGAN” sebagaima Manusia ? dalam asumsi atau harapan kita dalam kehidupan kita.
    • Tuhan itu maha itu kuasa sekali (absolute atau muntlak tidak ada yang membatasinya), sehingga tidak perlu atau membutuhkan bantuan seperti ada diantara kita yang mengaku jadi “PELAYAN TUHAN”..
    • Sifat-2 Tuhan itu tdk akan sama dengan suatu bentuk atau manusia, maka Tuhan itu tidak berdimensi waktu atau ruang, maka Tuhan tidak tinggal di syurga ? (Bapa yang tinggal di kerajaan syurga), jadi dimana tempat Tuhan tinggal ?, (mungkin miri Roh kita ada di bagian tubuh mana, Jantung ? Paru-2 ? atau Organ tubah yang lainnya ?.
    • Secara logika kalau Tuhan (Bapa) tinggal di kerajaan syurga, terus siapa yang akan menunggu (tinggal) di Neraka mengawasi orang-2 yang disiksa ? dan di Bumi ?, bias kabur semua Orang-2 yang ada di Neraka karena tidak ditunggu Tuhannya ?. (masa iyah / Ha ha).
    • Tuhan itu tidak akan seperti perasaan dan pikiran kita, sehingga Roh Kudus (Tuhan) tidak akan memimpin kemana arah pikiran, hati, perasaan atau tindakan kita, yang ada adalah bagaimana pikiran, hati, dan tindakan kita semata-mata hanya untuk Tuhan (sesuai petunjuknya), jadi Tuhan berada diluar tubuh dan pikiran kita ? (dekat atau jauh tergantung bagaimana kita mendekatkan diri dan pikiran kepadanya.
    • Secara nalar (logical in healty thinking) setiap orang (barang siapa ?) yang berbuat seharusnya Dia yang bertanggungjawab, mau Dosa atau Pahala, dan tidak mungkin dialihkan kepada Tuhan yg se-akan-2 si PENEBUS DOSA atau Juru Selamat, atau dihapus dengan dengan jalan melakukan pengakuan Dosa melalui Pastor, atau diwariskan kepada anak cucu, jadi Pernyataan “PENEBUS DOSA” apa itu bukan sbg proganda (iklan terselubung) agar menarik Orang mengikuti ajaran. Agama tertentu, bisa dilaporkan ke KPPU ? kalau di Indonesia.
    • Jangan mengandalkan kemampuan logical (otak), panca indra (mata dll), maupun perasaan kita dalam mencari Tuhan, karena Organ kita mempunyai keterbatasan, sepertinya halnya MATA, mata memandang langit itu berwarna biru padahal langit itu tidak berwarna dan merupakan ruangan yang bolong tidak berbatas dengan benda atau layer.
    • Seperti hal perasaan bahwa kita, bahwa kita ini tinggal pada permukaan bumi yang datar dan tidak mungkin kita berada di atas kulit bumi yang bundar, padahal kalau kita terbang antar benua baru melihat bahwa kulit bumi itu melengkung, sepertinya sepandai-pandai manusia, manusia tidak pernah mampu melihat bentuk (wujud) ROHnya sendiri seperti apa dan dimana keberadaannya di tubuh kita ?, jadi jangan mengandalkan logika dalam mencari Tuhan, seperti Halnya mengapa kita dijadikan /dilahirkan sbg Orang Jawa, Cina, Bule, dll atau mengapa dilahirkan sbg Laki-2 atau Wanita ? (logika tidak mungkin bias menemukan jawabannya).
    • Jadi jangan sampai kita memaksakan TUHAN, bahwa Tuhan itu harus nampak wujudnya seperti halnya Manusia atau menyamakan bahwa Tuhan itu juga seperti Manusia, walupun sebagai Anak Tuhan atau Tuhan anak, ada ibunya, Tuhan itu seolah-olah seperti BAPA di kerajaan syurga, walaupun itu mungkin sekedar imajinasi saja untuk memudahkan kita membayangkan atau mempercayainya.
    4. Terus bagaimana Tuhan yang sesungguhnya itu ?
    5. Tentunya Tuhan itu tidak akan menampakan dirinya dan memperlihat pisiknya kepada Manusia (bikin penasaran saja Tuhan ini), logical kita Dunia bisa heboh ? kalo Tuhan sampai menampakan DIRInya, apalagi ber kata-2 (firman) langsung ?.
    6. Seperti Hanyal Roh, setiap Orang pasti (100 prosen) percaya bahwa setiap Orang yang hidup pasti ada Roh di dalam tubuhnya, dan kita tidak pernah tahu bagaimana wujud dan letaknya, walaupun seorang dokter ahli-pun pasti tidak akan tahu dimana Ruh (atau ROH) itu berada dalam tubuh kita., karena Manusia tidak diberikan kemampuan melihat RUH !.
    7. Tetapi Tuhan telah memberikan Tanda-2 keberadaannya kalo kita mau peduli terhadap Tanda-2 kebesarannya (ke Maha’an nya) dan asal kita mau mencari melalui cara yang dibenarkan atau diridhoinya., seperti Halnya pada Bumi dan isinya, Planet, dan mengatur semua di orbitnya, ada yang menciptakan dan mengaturnya tidak ? (renungkan dalam dengan hati yang bersih, kesampingkan dulu keyakian Agama kita anut).
    8. Bagaimana cara mencari Tuhan yang benar ? (sesuai dengan diberikan petunjuk olehnya ?).
    9. Setelah mempelajari secara mendalam dan penuh kehati-hatian, melalui Kitab-2 suci tiap-tiap Agama (Alkitab, Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, Weda, Al Qur`an, dll , Bagaimana Ajarannya, Diskusi dengan para pakarnya dan tidan hanya hanya 1 Orang, akhirnya saya menemukan bahwa di Al Qur`an, terdapat cara-2 mencari Tuhan yang benar (sesuai dengan petunjuknya).
    10. Dalam memahami Makna tiap-tiap kalimat (ayat-ayat), disitu jelas-2 sekali bahwa Tuhan ALLAH itu adalah Tuhan Kita semuanya (Bule, Cina, Negro, Arab, Melanesia, Monggol) dan Al Qur`an diturunkan untuk semua Manusia di Dunia (bukan hanya untuk orang Moeslem atau Islam saja atau hanya untuk orang Arab saja), di Al Qur`an cukup jelas seperti apa Tuhan itu ?.
    11. Begitu juga dalam membandingkan dengan kitab-2 Agama lainnya, betul-2 isinya ber beda sekali dan begitu juga proses turunnya ayat-ayat juga juga jauh berbeda, mohon jangan antipati (or negative thinking before) dulu, sebelum membaca dan mendalami maknanya (anggap sbg ilmu pengetahuan aja dulu), betul-2 isinya bukan merupakan pendapat seorang atau kata seseorang (Murid atau kisah para Rosul).
    12. Inilah pengalaman spiritual saya, mudah-2-an Saudara-2-ku bisa memperoleh manfaat dan hikmahnya dari learning journey ini, amien yah ROBBAL ALLAHMIEN.

    Semoga Allah merachmati kita semua, amien.
    Wassalam

    Ridhawati
    Flexi; 022 7204941
    )

    APA YANG KITA KETAHUI TENTANG
    INJIL (sejarahnya) YANG SEKARANG INI

    Ajaran Paulus yang banyak mengandung mithos-mithos Yunani ini ternyata banyak sekali mendapat dukungan, dari orang-orang sekitar Mediteraan, Laut Tengah.
    Ia antaranya didukung oleh;
    1. Ireneus (150 – 202 M), Tertulianus (155 – 220 M).
    2. Origens (185 – 254 M) dan Anthanasius, yaitu Bapak yang melahirkan Trinitas yang hidup sekitar tahun 298 – 377 M, yang ikut memelopori Trinitas dalam sidang dikota Nicea tahun 325 M.
    3. Anthanasius berdiri pula Santo Agustinus (354 – 430
    4. Gregoryus Nyssa (335 – 394 M).
    Mereka, pendukung-pendukungnya ini memikirkan, berpikir dan berunding, bagaimana memecahkan persoalan Tuhan itu tiga tetapi satu. Maka tidaklah heran kita bila kemudian mendengarkan adanya konsili-konsili seperti konsili Nicea, konsili Epesus, konsili Alexandria dll, dimana pada tiap-tiap konsili akan lahir pula suatu “perkembangan baru dari Tuhan,” seperti pelenyapan Injil-injil yang asli, pelarangan padri-padrinya kawin dan seterusnya. Dalam zaman seperti yang saya sebutkan tadi, tidak pula seluruh orang menerima ajaran gila Paulus ini, sebab pada waktu itu lahir pula golongan-golongan Nestorius (388-440 M) dan Arius (270-350 M). Kedua golongan ini terkenal gigihnya menentang ajaran Paulus, sambil tetap berkeyakinan bahwa tiada lain yang disembah melainkan Allah yang Maha Esa, dan pertentangan mereka inilah yang akhirnya menimbulkan perburuan manusia yang tiada taranya, dimana lawan-lawan ideologinya dibunuh dengan dibakar hidup-hidup, diadu dengan singa, diseret oleh kuda ataupun dihukum pijak oleh gajah.

    PEMERINTAH ROMAWI TURUN TANGAN

    Pemerintah Romawi melihat adanya suatu kericuhan-kericuhan didalam negerinya, tidaklah tinggal diam. Kericuhan-kericuhan agama ini bila dibiarkan, kemungkinan besar akan menimbulkan suatu hal-hal yang lebih besar dan berbahaya pula. Itulah sebabnya maka pada tahun 326 M, kaizar Konstantin yang Agung segera mengadakan musyawarah atau konsili dikota Nicea, dimana golongan-golongan Tertulianus, Origenes, Anthanasius dipertemukan dengan golongan Nestorius, Arius serta kawan-kawan yang seangkatan dengannya. Gagasan Kaisar mungkin kurang ditanggapi oleh ummat, maka dari undangan yang datang ternyata belum setengahnya. Didalam perdebatan itu, mereka terpecah dua, yaitu;
    1. Golongan-golongan yang mempertahankan Yesus sebagai manusia, dan,
    2. Golongan golongan yang mempertahankan Yesus sebagai Tuhan.
    Berhubung tidak adanya kata sepakat, maka; kaisar mengambil keputusan (dekrit?) bahwa Yesus adalah Tuhan dan manusia, atau setengah Tuhan dan setengah manusia. Gagasan ini diterima hanya dengan 2 suara, sedang penolaknya 10 suara. Berhubung yang 2 suara ini lebih dekat dengan selera kaisar, maka sejarah kemudian mencatat yang 2 suara inilah yang menang, yaitu mereka yang menerima gagasan Tuhan manusia terhadap diri Yesus. Kaisar kemudiannya mengadakan suatu dekrit umum bahwa semua orang harus menerima gagasannya itu.
    Maka mulailah disini penjagalan manusia besar-besaran, dimana siapa saja yang menolak ajaran Yesus Tuhan dan manusia dibunuh dengan bermacam-macam cara yang keji. Belakangan ternyata pula, kaisar Konstantin raja Romawi yang kafir itu masuk Kristen, dan kemungkinan mulai tahun-tahun inilah Kristen itu mulai lahir, dalam suatu bentuk yang bernama: Katolik yang artinya Umum. Konsili I ini rupa-rupanya belumlah dapat menampung segala aspirasi ummat. Maka mereka kemudian mengadakan Konsili II dikot Konstantinople pada tahun 381 M, yang memutuskan lagi bahwa Anak adalah Homo Osius dengan Bapa (Creator). Didalam Konsili II ini pula mereka menambahkan materi Rokhulkudus sebagai oknum ke-III dari Allah, sehingga lengkap lahirlah Tuhan Allah Bapa, dan Anak serta Rokhulkudus.
    Didalam tahun-tahun inilah kemungkinan besar orang mulai menambah-nambah Injil Matius dengan tulisan: Pergilah keseluruh dunia baptiskanlah seluruh bangsa dengan nama Bapa, dan Anak dan Rokhulkudus (Matius 28:10).
    Konsili ke-III diadakan dikota Epesus tahun 439 M, didalam konsili inilah dikeluarkan perintah untuk mengutuk ajaran-ajaran Nestorian dan Arianisme yang bidaat itu. Merekapun mengeluarkan pernyataan perang terhadap Injil, dimana seluruh Injil-injil yang asli dimusnahkan atau diapokratipkan. Sebagaimana kita mengetahui, semasa Yesus hidup ia mempunyai pula pengikut-pengikut, yang kian kemari menuliskan khutbah-khutbah dan ajaran-ajarannya sebab pada zaman itu memang alphabet telah ditemukan. Murid-murid Yesus ada 70 orang. diantaranya 12 yang disebutkan namanya didalam Injil. Dari catatan-catatan murid-murid Yesus ini, kemudian hari kita kenal telah dibukukan dengan nama Injil, yang dinamai oleh masing-masing penulisnya seperti:
    1. Injil Markion,
    2. Injil Mesir,
    3. Injil Eva,
    4. Injil Yudas,
    5. Injil Nicodemus,
    6. Injil Thomas,
    7. Injil Barnaba,
    8. Injil Matius,
    9. Injil Yosepus,
    10. Injil Duabelas,
    11. Injil Kebenaran,
    12. Injil Maria,
    13. Injil Yesus,
    14. Injil Andreas,
    15. Injil Pilipias,
    dan lain-lainnya (masih banyak lagi).
    Saya masih teringat, ketika Orang-2 yang selalu membawah Injjil ke Geraja setiap hari Saptu atau Minggu atau di acara-2 Kebatian juga bertanya kepada sesama Rekan dan juga Pendetanya, adakah murid-murid Yesus itu juga menulis Injil ?, dan mengapa katanya ada Injil-injil yang dilarang untuk dibaca ? Banyak sekali para Pendeta, Uskup,, Biarawan, Biarawati, Romo, Pasteur yang sudah paham betul tentang sejarah Injjil ini, Namun Mereka pada umumnya malu dan gensi kalo dirinya ketipu mentah-mentah, jadi selanjutnya semua ini terserah pada kita semua, apa penipuan seperti kita mau sebarluaskan atau kita turun temurunkan ke anak cucu kita ? biar semua sama-sama masuk neraka bersama sebagai rasa SOLIDERITAS ?. atau kita akhiri saja dengan menyampaikan apa adanya !.

    MATIUS CS. PENJIPLAK PAULUS

    Sebaliknyalah bahwa Injil-injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya itulah yang mengajarkan ajaran-ajaran palsu. Lukas misalnya, ia adalah dokter pribadi dari Paulus. Ia dalam menulis Injil, dengan sendirinya kemasukan pula ajaran-ajarannya Paulus. Ini bisa dibuktikan dalam tulisannya pada kisah rasul- rasul, dimana jelas nampak kecenderungannya untuk mengangkat-angkat nama Paulus, bahkan murid ini setengah mengkultus dan mendewakannya. Lukas menyusun Injilnya berdasarkan kepada Markus-tua atau Ur Markus.
    Sedangkan Markus sendiri bukannya orang yang dikenal. Matius menulis Injilnya berdasarkan pula kepada Ur Markus, jadi Matiuspun menjiplak. Itulah sebabnya dalam Injil-injil Matius, Markus dan Lukas banyak sekali dijumpai kalimat-kalimat atau perkataan-perkataan yang sama, disamping pertentangan-pertentangan yang ada. Lalu bagaimanakah dengan Injil Yahya? Marilah kita ikuti uraian Jarnawi Hadikusumo dalam bukunya: Tinjauan sekitar Perjanjian Lama & Baru, halaman 69-74 yang bunyinya kurang lebih ;
    1. Injil Yahya tidak termasuk dalam Injil Sipnotik, sebab isi dan sejarahnya lain sekali. Menurut keyakinan Kristen, Injil Yahya ditulis oleh Yahya murid Yesus yang terkasih (Yahya 13:23 dan 21:20). Oleh karena itulah maka kepercayaan Kristen, penulis Injil Yahya ialah Yahya bin Zabdi adik Yakub bin Zabdi seorang diantara muridnya yang duabelas itu. Oleh para ahli sejarah yang lebih dapat dipercaya, Yahya bin Zabdi telah dibunuh oleh Raja Herodes Agerippa I pada tahun 44 atau 66 M. Padahal Injil Yahya baru ditulis sekitar tahun 100 M. Maka benar kemudian, Injil ini kemungkinan besar sekali ditulis oleh Yahya Prebester pendeta sidang Jum’at di Asia Kecil yang hidup dalam abad I Masehi. Ia menulis Injilnya itu dengan maksud untuk menentang ajaran Corentus dan Irenius. Hal ini dikuatkan lagi oleh kitab-kitab Encyclopedia, terutama Encyclopedia Britanica yang mendasarkan keterangannya atas Papias Uskup Hieropolis. Demikian juga keterangan vang dibawakan oleh Dr. J. H. Bavink dalam kitabnya yang bernama: “De Weg Van Gods Koninkrijk.”
    Matius, pada waktu Yesus hidup iamasih anak kecil berumur 5 tahun. Ia menulis Injil pada tahun 88 M, dus 55 tahun sesudah kepergian Yesus. Waktu yang 55 tahun saya kira sudah sangat lama untuk mengingat semua kejadian, apalagi untuk menulis perkatan-perkataan seseorang Dari manakah ia mengetahui percakapan Gembala-gembala Efrata dengan para malaikat? Bukankah pada waktu itu ia tidak berada di padang Efrata? Lalu darimana pula ia mengetahui dialog Mariam dan Jibril? Bukankah dari mulut ke mulut juga asalnya? Kitab Injil

    INJIL yang sekarang ini, ternyata Karya Tangan Manusia-manusia

    Sudah bisa disimpulkan bahwa Injil asli yang dibawa Nabi Isa putra Maryam sebagai pembawa berita bahagia bagi umatnya telah tidak ada. Yang tersisa sekarang adalah Injil hasil karya “tangan-tangan terampil” yang sebagiannya masih misterius. Injil yang ada sekarang hanya berisi cerita-cerita sejarah tentang Al-Masih. Dan dari Injil yang ada satupun tidak ada yang ditulis dizaman Isa Al-Masih.

    Dizaman ini, ada empat Injil yang dikenal selain satu yang dilarang beredar. Pertama, Injil Matius. Injil pertama yang muncul 39 M. ini masih belum bisa diyakinkan siapa pengarang sebenarnya, apakah Matius (salah satu Hawariyyin) atau bukan? Injil ini telah ditarjamahkan ke dalam bahasa Ibrani kemudian ke bahasa Yunani. Namun anehnya, siapa penarjamahnya tidak diketahui.

    Kedua, Injil Markus. Injil ini ditulis pada tahun 61 M. Ada sebuah pendapat yang mengatakan bahwa nama Markus adalah julukan. Sedangkan nama asli Markus adalah Johanes. Dia asli Yahudi dan keluarganya ada di Yerusalem ketika Isa as terutus dan Markus mati terbunuh di penjara Aleksandria tahun 68 M. karena tidak mengakui ketuhanan Al-Masih.

    Ketiga, Injil Lukas. Ditulis sebelum tahun 70 M., setelah penulisan Markus dan setelah matinya Bitrus dan Paulus. Lukas adalah seorang dokter dan dia tidak pernah melihat Isa Al-Masih selama hidupnya.

    Bahkan, tiga Injil pertama (Matius, Markus, dan Lukas) tidak ada yang proklamir tentang ketuhanan Al-Masih. Hingga datangnya injil ke empat, Injil Johanes. Injil Johanes dikarang pada tahun 96 atau 98. Latar belakang ditulisnya Injil Johanes ini adalah karena ketiga injil pertama tidak ada yang menyinggung ketuhanan Al-Masih. Jadi, benar sekali bila Injil Johanes dikatakan sebagai paket untuk mempertuhan Isa as.

    Namun, dalam Injil Johanes pun ada kerancuan. Kerancuan ini dapat mentiadakan nilai Injil Johanes secara totalitas. Kerancuan ini timbul sebab latar belakang autentisitas penulis.

    Para penulis Kristen banyak memantapkan keyakinan bahwa Injil Johanes bukanlah karangan Johanes, salah satu hawariyyin yang disayang oleh Isa as. Injil Johanes dikarang oleh Johanes lain. Dalam ensiklopedi Britanica ada kalimat: “Sudah tidak ada keraguan lagi bahwa Injil Johanes adalah kitab bohong. Penulis Injil ini ingin mengkaburkan antara dua hawariyyin, Johanes dan Matius. Penulis Injil ini mengaku bahwa penulis Injil Johanes adalah Johanes, salah satu hawariyyin.” Lalu, siapakah sebenarnya penulis Injil Johanes? Ustadz Ustadlun telah menjawab pertanyaan ini, “semua Injil Johanes adalah karangan salah satu murid sekolah Aleksandria”. Lho ‘kok? Karena sekolah Aleksandria adalah sumber dari paham trinitas dan penuhanan terhadap Al-Masih. Hal senada juga dikatakan oleh Hisyam Ahmad dalam risalahnya Haqiqatun Nashraniyyah.

    Beda luar sama inti, adalah pendapat Wahbah az-Zuhaili dalam Tafsir Munir-nya. Dia mengatakan, para pemikir Nasrani banyak mengingkari kalau Injil Johanes ditulis oleh Johanes yang hawariy. Injil Johanes tidak lain ditulis oleh salah satu murid Johanes sendiri di abad kedua Masehi. Sedangkan pencantuman nama Johanes dalam injil tersebut oleh sang murid agar supaya manusia tertipu.

    Kemudian, datanglah Injil Barnabas. Kitab injil inilah yang menemukan kembali relasi antara Islam dan Nasrani setelah sebelumnya hilang sebab dubuang oleh empat injil di atas. Injil ini telah ditarjamah ke dalam bahasa Arab oleh Kholil sa’adah di abad dua puluh.

    Dalam Injil Barnabas ini dapat ditemukan banyak tentangan kepada empat injil sebelumnya. Ada empat pokok yang menjadi bantahan injil ini. Pertama, Injil ini menerangkan bahwa Isa as sendiri membantah tentang ketuhanannya. Kedua, anak yang akan di sembelih oleh Nabi Ibrahim karena perintah Allah adalah Ismail bukan Ishaq. Ketiga, Mesiah atau Al-Masih yang ditunggu bukanlah Isa. Tapi Nabi Muhammad saw. Keempat, Nabi Isa as tidak di salib. Namun, yang di salib adalah Yahudza yang telah berkhianat dengan menunjukkan persembunyian Isa kepada orang Yahudi.

    Simpul benang yang dapat ditarik dari uraian ini adalah kitab Injil yang ada sekarang bukanlah kitab Injil yang diberikan Allah Swt. kepada Nabi Isa as sebagai pembawa berita gembira. Kitab injil sekarang hanya sebuah kitab sejarah.

    Jelasnya, setiap masalah tidak mengemuka dengan tanpa latar belakang. Terjadinya tahrif (perusakan) ini pasti memiliki sebab dan pelaku. Sebab dan pelaku tahrif pada injil ini bisa disinyalir dengan sebab masuknya filsafat Grik dan konstitusi Roma. Keduanya sangat berpengaruh dalam pembukuan injil-injil. Lalu keduanya melakukan distorsi dengan menampilkan Isa bukan pada sosok aslinya. Wallahu a’lam.

    YESUS ternyata bukan TUHAN

    Buku ini memberikan bukti bahwa Yesus itu bukan Tuhan. Apa saja bukti-buktinya? namun sebelumnya silahkan baca dulu sambutan dari Bapak Drs. H. Zahir Khan SH. Dipl. T.E.F.L

    Sambutan

    Drs.H. Zahir Khan SH. Dipl. T.E.F.L

    Ketua Umum Lembaga Kristologi Indonesia
    Direktur Iqbal Academy Indonesia
    Mantan Diplomat Indonesia

    Perlu kita sadari bersama bahwa selama ini sering terjadi perbedaan pendapat antara muslim dan Nashrani pada umumnya yaitu dikarenakan kesalahpahaman persepsi tentang siapa Yesus yang sebenarnya.

    Hampir semua umat Kristiani di dunia ini beranggapan bahwa Yesus itu adalah Tuhan, sementara umat Islam dimanapun mereka berada, tidak ada satupun diantara mereka yang beranggapan Yesus sebagai Tuhan.

    Buku kecil yang ditulis oleh sahabat saya bapak Insan LS Mokoginta ini, memberikan suatu pandangan yang sangat rasional bagi kita semua, terutama bagi umat Kristiani dalam menntukan sikap terhadap siapa sebenarnya yang perlu disembah, apakah Yesus atau Allah, apalagi latar belakang dia segbagai seorang Mullaf mantan Kristen Katolik.

    Sebagai Mantan Diplomat Indonesia, sudah cukup banyak Negara di dunia ini yang pernah saya singgah. Ternyata cukup banyak kaum intelek mereka yang tidak percaya lagi Yesus sebagai Tuhan. Bahkan sebagian ada yang mengatakan bahwa God was die (Tuhan telah mati). Lebih ironis lagi di Belanda, lebih ari 50% mereka telah keluar dari agama Kristen dan menyatakan tidak beragama, karena mereka ingin menghidar dari perpuluhan yang tiap bulan dipotong langsung dari gaji mereka. Hal ini terjadi karena mereka sudah tidak meyakini lagi Yesus sebagai Tuhan. Makanya tidak heran jika diluar negeri yang masuk Gereja hanyalah kakek-kakek dan nenek-nenek serta anak-anak kecil saja, bila anak muda risih ke Gereja, mereka merasa risih karena akan dianggap “too young” (Terlalu muda) karena Gereja hanya di isi oleh kakek nenk yang tinggal menghabisi sisa-sisa umur mereka dan anak kecil yang tidak paham.

    Cukup banyak data menunjukkan bahwa di luar negeri sudah banyak gereja-gereja dujual karena ditinggalkan jemaatnya, dan ada sebagaian yang dibeli umat Islam dan telah dijadikan Masjid.

    Oleh sebab itu, tidaklah berlebihan jika buku yang ditulis oleh rekan saya bapak Insan LS Mokognta menarik sekali kita simak, karena argument yang disampaikan beliau begitu rasional, mudah dicerna. Ebih menarik lagi karena pak Insan LS Mokoginta ini adalah seorang Muallaf mantan Kristen Katolik.

    Bukan hanya buku ini saja yang perlu kita baca, apabila kita ingin mengetahui lebih dalam tentang Ilmu Kristologi, terutama bila kita ingin mendakwahkan kebenaran agama Islam kepada mereka yang non muslim. Ada lebih sepuluh judul yang beliau tulis dan ada juga VCD perdebatan beliau yang perlu kita miliki apabila ingin berdakwah dikalangan ummat Kristiani.

    Buku ini sangat baik dipakai oleh para da’i maupun siapa saja, terutama dalam meluruskan kesalahpahaman terhadap siapa diri Yesus itu yang sebenarnya menurut Al Qur’an & Al kitab.

    Saya yakin buku ini akan memberikan andil yang besar dalam dunia dakwah, terutama di kalangan saudara-saudara kita kaum Nasrani.

    PAULUS ternyata Nabi Palsu !
    Semasa Yesus hidup di dunia sebagai nabi Allah, baginda pernah memberitahu kepada para pengikutnya suatu keterangan penting, yaitu bahwa akan datangnya beberapa Mesias palsu dan nabi-nabi palsu. Berkatalah Yesus seperti berikut:
    “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Akan datang banyak orang dengan memakai namaku dan berkata ‘Akulah dia’ dan mereka akan menyesatkan ramai orang.” (Markus 13: 5-6)
    Pada waktu itu jika orang berkata kepada kamu: ‘Lihat, Mesias ada di sini’, atau ‘Lihat, Mesias ada di sana’, jangan kamu percaya. Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul sdan mereka akan mengadakan tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat dengan maksud, sekiranya mungkin, menyesatkan orang-oang pilihan.” (Markus 13:21)
    Paulus, atau nama Yahudinya, Saul (Kisah 13:9), lahir di Tarsus iaitu ibu kota Cicillia di Asia Minor. Ayahnya seorang Yahudi dari suku Benyamin, dan ibunya keturunan Romawi. Dia menjadi jemaat Kristen setelah mengaku bertemu dengan cahaya di langit yang konon namanya adalah Yesus (Kisah 9:3-7). Paulus inilah juga yang memiliki peranan terbesar dalam pembentukan dogma agama Kristian, antara lain 7 dogma di bawah ini.
    1. Konsep Tuhan Anak
    Menurut Paulus, Allah Bapa yang berada di syurga itu mempunya anak yang sudah ada sebelum segala sesuatu ada dan segalanya dicipta melaluinya (1 Korintus 8:6; Kolose 1:5; 1 Timotius 2:5)
    2. Inkarnasi
    Menurut Paulus, Yesus telah melakukan inkarnasi di bumi melalui benih Daud (Roma 1:3-4; Galatia 4:4-5; Kolose 1:15; dan Ibrani 1:3). Dengan demikian, Paulus telah mendoktrinkan bahwa Yesus adalah anak Yusuf dan Maryam sebagaimana salasilah yang ditulis oleh Matius (Mat. 1:1-16).
    Paulus mengatakan bahwa Yesus dalam wujudnya sebagai manusia berasal dari benih Daud (Roma 1:3). Jadi Paulus secara tidak langsung menuduh Yusuf dan Maryam bersetubuh hingga melahirkan Yesus.
    3. Dosa Waris
    Menurut Paulus, manusia ini sebenarnya hidup kekal di syurga, kerana kesalahan Adam, maka baginda diletakkan di bumi dan anak Adam mati. Dosa yang telah diperbuat oleh Adam itu terus dipikul oleh keturunannya (Roma 5:12-18; 1 Korintus 15:21-26).
    4. Penyaliban dan Penebusan
    Menurut Paulus, Yesus menyerahkan dirinya untuk berkorban hingga mati ditiang salib (1 Korintus 1:18-23; Roma 5:8; 1 Timotius 1:15). Pengorbanan Yesus adalah untuk menebus dosa manusia. Oleh kerana itu setiap orang harus beriman kepada penyaliban dan penebusan dosa ini, agar memperoleh hidup kekal dan kembali pada hari kemudian (Roma 5:18; 6:10-11; 2 Korintus 5:14; 1 Timotius 2:6).
    5. Konsep Kebangkitan
    Yesus bangkit dari kematian setelah dikubur selama tiga hari. Maka dari itu semua orang harus percaya bahwa Yesus telah bangkit dan hidup kekal. Siapa yang percaya akan memperoleh hidup yang kekal pula (Roma 6:4-18; 1 Korintus 15:17-20; 15:4; 2 Timotius 2:8).<
    6. Tuhan Yesus
    Setiap orang harus yakin bahwa Yesus adalah Tuhan (Roma 10:9). Dengan adanya dasar dogma seperti ini, pada gilirannya melahirkan doktrin Trinitas yang menetapkan bahwa Tuhan terdiri dari 3 oknum, Allah Bapa, Allah Anak dan Roh Kudus.
    Dari semua konsep dogma agama yang telah diajarkan Paulus itu, ternyata hanya kebohongan belaka. Sebagaimana yang dikatakannya sendiri dalam suratnya kepada jemaat di Roma 3:7 seperti berikut:
    “Tetapi jika kebenaran Allah oleh dustaku semakin melimpah bagi kemuliaan-Nya, mengapa aku masih dihakimi lagi sebagai orang berdosa?” (Roma 3:7)
    Demikianlah Saul yang berganti nama menjadi Paulus setelah dia berhasil mengambil peranan dalam ajaran Yesus. Dia tidak pernah melihat Yesus dan tidak pernah bertemu dengan Yesus secara langsung, sebagaimana para murid (pengikut Yesus) yang lainnya, tapi dia mengatakan bahwa ia mempunyai hubungan langsung dengan Yesus, dengan demikian maka tidak ada hak bagi siapa saja untuk menentangnya terhadap ajaran-ajaran yang dikatakannya langsung diterima dari Almasih.
    Kehadiran Paulus di tengah-tengah para Rasul adalah berkat jasa Barnabas, dan ini boleh kita pastikan bahawa Barnabas memiliki pengaruh yang sangat penting di kalangan para murid Yesus yang lainnya sehingga mereka mahu patuh terhadap keputusannya. Barangkali kerana alasan inilah dengan adanya kehidupan Barnabas dicatat dengan terperinci pada kitab Kisah Para Rasul. Sifat hubungan antara Barnabas dan Paulus ditunjukkan dalam Kisah 13:1-2 sebagai:
    “Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada uhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: ‘Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang Kutentukan bagi mereka’.”
    Dalam daftar para pengikut Yesus, Lukas menyebut Barnabas dalam urutan pertama dan Saul/Paulus dalam urutan terakhir.Kerana telah terpilih untuk bekerjasama, maka para rasul menyebar, dan Barnabas serta Paulus berangkat bersama Markus untuk menyebarkan ajaran Yesus di Yunani. Sementara James, putera Maria dari suami Yusuf, ditinggal sebagai ketua para pengikut Yesus, Peter juga tetap tinggal.
    Dalam kitab kisah Rasul diceritakan, di samping mereka kadang-kadang dilempari batu d ibeberapa tempat, dua orang penyebar agama tersebut sangat berhasil. Reputasi mereka sebagai manusia-manusia pelayan Tuhan tersebar luas.
    Ketika mereka sampai ke Lucaonia dan menyembuhkan seorang yang pincang, terdapat desas-desus bahwa dewa-dewa telah diturunkan kepada mereka dalam bentuk manusia. Mereka memanggil Barnabas dengan sebutan Jupiter dan Paulus dengan sebutan Mercuries. Kemudian para pendeta (penyembah) Jupiter membawa binatang ternak dan karangan bunga kepintu-pintu gerbang, dan akan melakukan pengorbanan bersama orang-orang banyak. Maka ketika para rasul tersebut, Barnabas dan Paulus, mendengar tentang hal tersebut, mereka mengoyakkan pakaian dan lari ke kumpulan orang yang sedang berteriak-teriak:
    “Dan mereka berdua berkata :’Tuan-tuan, mengapa anda melakukan semua ini? Kami berdua juga manusia yang ingin membagi kasih dengan saudara, dan mengajarkan kepada anda tentang Tuhan Yang Maha Hidup yang telah menciptakan langit dan bumi, laut dan segala sesuatu yang ada didalamnya’” (Kisah 14:15)
    Jika reaksi dari penduduk Yunani adalah seperti ini (yang menganggap Barnabas dan Paulus sebagai dewa berupa manusia), maka hal ini menandakan bahwa kedua-duanya mengalami masalah dalam menyebarkan ajarannya. Seorang yang mengenali Yesus akan sangat mudah mengenali bahwa ajarannya merupakan sambungan dari ajaran Musa. Tetapi bagi kebanyakan penyembah berhala, ajaran ini dipandang baru dan aneh. Semua penyembah berhala, yang mengakui banyak dewa tetap mempercayai bahwa Tuhan itu beragam.
    Bagi orang-orang Yunani, penggambaran tentang Yesus, sesuai dengan salah satu dewa mereka, dan mungkin sekali mereka siap untuk menerima ajaran Yesus dalam penggambaran seperti ini. Sebab bagi pemahaman mereka, tetap ada ruang untuk lebih dari satu.

    Ajaran Yesus mengenai konsep tauhid adalah suatu bentuk penghapusan semua dewa-dewa yang berbagai-bagai itu. Ajaran inilah yang tidak dapat diterima oleh mereka. Bagi orang yang setulus dan seteguh Barnabas, tugas menciptakan cara hidup yang diajarkan Yesus di Yunani tanpa menyesuaikan diri dengan lingkungannya, pastilah sangat berat.
    Bagi Paulus, yang telah memperlihatkan kecenderungannya merubah ajaran yang diketahuinya, melihat kesempatan untuk berdakwa dengan terlebih dahulu menggunakan kepercayaan orang-orang Yunani tersebut dan ditamsilkan ke dalam Yesus.
    Saat itu Yunani telah menjadi sebahagian dari kekaisaran Romawi. Dewa-dewa Romawi banyak memiliki kemiripan dengan dewa-dewa yang dianut oleh orang Yunani.
    Dan Paulus adalah orang yang sangat pandai memanfaatkan situasi, dia menyadari sepenuhnya keteguhan kepercayaan dalam agama Greeco-Roman (campuran Yunani dan Romawi) dari rakyat awam didalam kekaisaran Romawi tersebut. Jelas terlihat bahwa ia merasa tidak mungkin merubah cara ibadah mereka tanpa merubah ajaran Yesus.
    Barnabas, di sisi lain sebagaimana tercatat dalam Matius 5:18, bahwa Yesus mengetahui bahwa penciptaanya/kelahirannya tidak menginginkan hukumnya dikurangi dan diubah sekecil mana pun. Untuk itu dia tetap berpegang teguh pada ajaran yang pernah diterima langsung olehnya. Akhirnya mereka berdua, Barnabas dan Paulus lebih banyak bersilang pendapat.
    Tercatat dalam Kisah Rasul 15:39-40: “Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus berlayar ke Siprus.”
    Sangat menarik untuk dikaji apabila Barnabas tercatat pada kisah Rasul, bahwa dia telah dipilih oleh Roh Kudus untuk menyebarkan ajaran Yesus, tetapi perkara ini ditolak oleh Paulus. Kedudukannya telah cukup kuat dan dia tidak perlu lagi bergantung pada Barnabas. Lebih jelas lagi, Paulus adalah warga negara Romawi dan boleh berbahasa Romawi, juga boleh berbahasa Yunani sebagai bahasa rasmi daerah kelahirannya, Tarsus. Surat-surat yang ditulisnya pada masa berikutnya kepada komuniti-komuniti Kristen di Yunani pastilah ditulis dalam bahasa ibundaya. Ini jelas apabila Paulus dapat pergi ke Yunani dan Itali tanpa mengalami kesulitan dalam bahasa. Barnabas pada masa yang sama, tidak pandai berbicara dalam kedua-dua bahasa tersebut. Markus yang boleh berbahasa Yunani, harus menyertainya pada perjalanan misi pertamanya ke Yunani sebagai penterjemah. Jika Barnabas pergi bersendirian, maka ia tidak akan boleh difahami. Oleh sebab itu penolakan Paulus untuk bepergian bersama Markus kerana khuatir akan terbongkar penyimpangan Paulus pada saat berdakwah, sehingga Barnabas akan mencegahnya.
    Di dalam buku “History of Christianity in the Apostolic Age” (hal. 216, 231, 424-25), A.G Mc Giffert berkata:
    “Barnabas … yang haknya untuk bekerja (menyebarkan agama) dikalangan orang-orang zuhud telah diakui di Yerusalem …(kemudian) ia harus kembali dan memisahkan dirinya dari mereka (orang-orang zuhud) sangatlah aneh. Barnabas tidak menyetujui doktrin Paulus tentang kebebasan orang-orang Kristen dari segala bentuk hukum (sebelumnya; agama Musa)… perpisahan Paulus dan Barnabas dinyatakan oleh penulis kitab kisah Rasul sebagai akibat dari pertikaian mereka yang menyangkut Markus.
    Tetapi alasan sebenarnya jauh lebih dalam daripada alasan tersebut… orang yang paling dekat dengan Paulus dan sangat intim bergaul dengannya pada masa-masa awal karirnya sebagai orang Kristen adalah Barnabas, …yang merupakan seorang anggota dari gereja di yerusalem pada masa permulaan… persahabatannya sangat berarti bagi Paulus dan pasti memiliki andil dan pengaruh yang tidak kecil terhadap orang-orang Kristen. Barnabas bertindak sebagai pendukung Paulus dimasa awal. Padahal sebelumnya, Paulus adalah penyiksa orang-orang Kristen yang tak pernah terlupakan.
    Perubahan sikap Barnabas terhadap Paulus hanya boleh terjadi sebagai akibat pengalaman-pengalamannya selama dia bersama dengan Paulus. Segala harapannya agar Paulus mengubah pandangannya dan benar-benar menjadi pengikut Yesus telah sirna. Barnabas telah menyedari kesalahan dalam tindakannya, maka dia pergi meninggalkan Paulus. Sebelum dia mencuba menyebarkan suatu ajaran, yang sebenarnya hanya ditujukan kepada orang-orang Zuhud tampaknya ia melihatnya sebagai suatu tujuan yang tepat. Tetapi setelah mencubanya, pengalaman membuktikan bahwa hal itu tidak mungkin.
    Tampaknya pengalamannya di Antiokia jauh lebih berhasil kerana terdapat orang-orang zuhud yang datang kepada para pengikut Yesus dan meminta untuk diterima sebagai orang-orang Kristen. Tetapi ketika Barnabas dan Paulus datang ke Yunani, justru mereka berdua yang meminta orang-orang untuk menjadi Kristen. Tidak terdapat catatan tentang apa yang terjadi setelah Barnabas kembali ke Cyprus. Tetapi diketahui bahawa dia mati sebagai seorang syahid yang memegang teguh kepada ajaran Yesus.
    Sekalipun terdapat bukti bahwa Barnabas diasingkan oleh sebahagian besar halaman-halaman Alkitab, tapi jelas terlihat bahwa dia telah menjadi bahagian tidak terpisahkan dalam sejarah Kristen dan jelas tidak boleh diabaikan begitu sahaja. Secara terang-terangan ia ingin menegaskan dan mengajarkan apa yang telah didengarnya dari yesus pada masa-masa awal sejarah gereja, pada saat sebagian orang yang paling dekat dengan yesus. Kesetiaan Barnabas terhadap Yesus diakui oleh teman-temannya maupun lawan-lawannya. Di rumah saudara perempuannya, Yesus melaksanakan jamuan paskah, dan tentunya rumah tersebut tetap menjadi tempat pertemuan bagi para pengikut Yesus setelah baginda menghilang.
    Pengaruh Barnabas terhadap para murid Yesus dan pengikut lainnya telah dipastikan oleh Alkitab sendiri. Barnabas dipanggil sebagai seorang nabi, guru dan juga seorang murid Yesus oleh Lukas yang kesetiaannya kepada Paulus tidak diragukan lagi.
    Setelah Barnabas kembali ke Cyprus, Paulus meneruskan misinya. Sekalipun ia telah cukup lama bergaul dengan orang-orang Kristen awal yang membuat ia bisa diterima dikalangan mereka, tapi ia menyadari kelemahan posisinya. Dia dipanggil murid Yesus, sekalipun ia mengaku memiliki akses kepada Yesus melalui wahyu, tetapi dia tetap memerlukan seseorang yang pernah hidup bersama Yesus untuk menyertainya dalam perjalanan-perjalanannya di kalangan orang-orang Gentile. Seorang teman yang merupakan saksi langsung kehidupan Yesus, akan memberikan kepadanya dukungan yang sangat bernilai dan bisa mendukung argumen-argumennya dengan kewibawaan tambahan. Untuk itu dia memujuk Petrus untuk bergabung dengannya.
    Kedua orang yang dahulunya saling bermusuhan dengan tajam, dan sekarang bisa bersatu adalah suatu hal yang mengejutkan. Tetapi situasi telah berubah. Sekarang Paulus telah diterima oleh orang banyak sebagai seorang Kristian dan tidak lagi dipandang sebagai penyiksa.”
    Sudah tepatlah apa yang telah dikatakan oleh Yesus dalam Injil Matius:
    “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata: ‘Akulah Mesias’ dan mereka akan menyesatkan banyak orang.” (Matius 24:4-5)
    Ramalan Yesus itu terbukti, bahwa ada orang mengaku Rasul yang diutus olehnya dengan mendapat bimbingan dari Roh Kudus. Tetapi rasul palsu ini mengajarkan dogma yang bertentangan dengan ajaran Yesus. Sila anda buka dan teliti pertentangan antara ajaran Yesus dengan Paulus.
    Beberapa contoh perbezaan ajaran Yesus dan Paulus:
    - Yesus sunat (Lukas 2:21) tetapi Paulus melarang sunat (Roma 2:29; Galatia 5:2).
    - Yesus menyuruh agar manusia menyembah Allah, tetapi Paulus mempertuhankan Yesus.
    - Yesus tidak pernah mengajarkan dosa waris pada manusia.Yesus mengajarkan orang untuk bertaubat sendiri, bukan pada dirinya, (Matius 18:1-3 dan Lukas 16:19-29). Di Alkitab tertulis bahawa seseorang itu tidak menaggung dosa orang lain (Matius 16:21 dan Yehezkiel 18:20). Pauluslah yg mengajarkan dosa waris (lihat Surat Paulus di Rum 5:12-15). Maka jelaslah bahwa “dosa waris” tidak pernah diajarkan Yesus tapi pelopornya adalah Paulus.

    # sebagian dasar yang dipakai nulis gak berhubungan. sebagian premis yang dipakai untuk pembenaran juga salah. sama seperti bilang Yesus gak bisa berenang, makanya Dia berjalan di atas air. :mrgreen: lain kali coba dicari dengan lebih menonjolkan ilmu sendiri dari pada copy paste. gunakan google kalo perlu. :idea: tapi makasih dah mampir.

  6. willy
    2011.05.23 09:00

    Menurut saya mempelajari al Kitab yang paling baik adalah pakai bahasa aslinya. Jadi kita mesti belajar bahasa arami untuk membaca injil (karangan Tuhan Bapa melalui Jesus – bukan karangan Markus, Mathius, Lukas, Yohanes atau tulisan rasul Paulus yang tidak pernah bertemu Yesus).

    Mudah mudahan suatu saat nanti kitab injil yang asli berbahasa arami (bahasa Yesus?) dapat diketemukan. Supaya kita dapat belajar al kitab dengan bahasa aslinya.

  7. 2011.11.12 05:50

    berita indonesia…

    [...]nindityo.com » Renungan Harian dan Bacaan Harian[...]…

Leave a Reply


9 + = eighteen

A wordpress magazine theme design by Custom Theme Design.