Ada satu cerpen yang pernah aku baca, mengisahkan tentang pergulatan batin dari seorang perempuan terhadap dua orang lelaki muda. Perempuan itu dipaksa harus menjatuhkan pilihan pada salah satu dari dua orang lelaki, yang sama-sama mencintainya, yang sama-sama sudah dikenalnya, dan sama-sama disukainya. Pilihan yang tentu saja sulit, karena perempuan itu sudah mengenal betul sifat keduanya. Sudah paham kelebihan dan kekurangan masing-masing pribadi. Ketiganya sudah terikat dalam hubungan akrab yang sadar bahwa persahabatan mereka akan segera diuji dengan keadaan ini.
Akhirnya perempuan tadi melabuhkan pilihannya pada salah satu lelaki. Dengan satu alasan, satu alasan yang absurd, mungkin terasa aneh, tidak membumi, dan mengherankan. Satu alasan yang mungkin kita akan tertawa mendengarnya ato mencibir karenanya. Yaitu bahwa lelaki yang ditinggalkannya mempunyai satu kelebihan dibanding lelaki yang dipilihnya. Kelebihan nya lah yang menyingkirkannya dari arena.
Kelebihan itu, yang membuat lelaki itu ditinggalkan, adalah kemampuan untuk tetap tegar. Karena ketegaran hatinyalah maka dia ditinggalkan. Sebab lelaki yang lain akan hancur jika dia tinggalkan. Yang kemudian hanya akan membuat mereka bertiga akan saling merasa bersalah. Bukan kehancuran yang diingini dalam hubungan ini, tapi kemampuan untuk berbuat lebih jauh dan berkembang lebih besar.
Saat inilah yang sedang aku alami. Kebimbangan perempuan tadi sama seperti yang sedang aku hadapi. Dan pada akhirnya aku dapat memahami tindakan perempuan itu. Mengutip kalimat perempuan itu, “Aku meninggalkanmu karena kamu lebih tegar dibanding lelaki itu. Dan aku tau kamu akan tetap mampu berjalan disepanjang hari-harimu. Sebab aku telah banyak belajar darimu dan kamu telah membentukku. Kamu lah batu penjuruku yang tidak akan goyah meski aku tidak bersamamu.”
Maka aku memilih :
“Sejak saat ini aku meninggalkan
NINDITYO.WORDPRESS.COM
untuk bersama
NINDITYO.COM
berusaha menapaki hari-hariku.”
Selamat datang di dunia (ku) yang baru.
Nb : gambar gadis diambil dari blog nya mas Imam.
Horeeee
PERTAMAX yg PERTAMAXX
aku yg merawanin sejak pindah ke sini..
peduli amat postingan nya isinya apa. ntar deh baca lagi, banyak kerjaan mas.. hehe
yg penting pertamax
rereres last blog post..a true choral highlights
Kunjungan perdana di rumah baru ini, masih tercium bau cat dindingnya yang baru.
Wempis last blog post..Buku Sekolah Elektronik
horeeee rumah baru….
yg lama harus tetep dirawat dong, mas
kali aja nanti iseng mo nulis di sana lagi
edys last blog post..eSTeWe
Dan saya masih setia dengan rumah lama yang makin lama makin lapuk.
Rumah lamanya mau diapain, Dit ? Jangan dibiarkan kosong, nanti ada hantunya.
fertobs last blog post..Yang, Aku Sudah Tak Perjaka Lagi…!!
oo.. baru pindahan toh
buset sampe menghadapi dilema segala
lainsijis last blog post..Serdadu-serdadu rakyat
lg jalan-jalan ketemu tulisan menarik
beuh….dari awal seru bngt baca postingan ini
kirain dilema milih cewe, taunya…..
ihihhii….but nice tho’
horeee…eksodus jugaaa…
tukangkopis last blog post..Silver Gallardo
Didiet, itu kan film Indonesia yang jadul amet….heheheheheh
ceilahhh….., gimana yah” aq baca ini setengah terhibur. karena aq ada diantara mereka. aku suka pada si cewek itu, dia juga suka, tapi dia memilih yang lain. katanya kesetiaan tak mungkin terbagi…bahkan dia….