Friday, May 25, 2018 7:13

FIGHT CORRUPTION!

Posted by on Wednesday, December 3, 2008, 5:10
This news item was posted in perjalanan category and has 3 Comments so far.

Pertama, bahas slogan pajak dulu.
“lunasi pajaknya, awasi penggunaannya”

Inilah salah satu guna FIGHT CORRUPTION, yakni penyebaran informasi. Kita sadar bahwa bentuk korupsi keuangan adalah penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi. Uang negara yang mana? Ya sisi penerimaan APBN/APBD, dimana 80% APBN dari pajak.

Pajak dipungut negara. Sapa pemungutnya, ya orang pajak.ย Sapa penggunanya, ya semua bidang yang menerima sisi pengeluaran dari APBN alias semua lapisan masyarakat. Termasuk juga orang pajak.
Jadi kalo dibilang “ngapain aja kerja orang pajak masak masyarakat disuruh ngawasi” ya sebenernya agak salah tuding.
Orang pajak tugasnya ngumpulin duit, yang make semua departemen/ lembaga/masyarakat.
Jadi bukan orang pajak yang ngawasi penggunaannya.
Itu yang pertama.

Kedua, negara dengan indek korupsi (salah satu yang) tertinggi didunia tapi tanpa ada koruptor yang dipenjara.

Emang sih sekarang dah banyak yang diciduk, semakin banyak yang diadili, juga semakin banyak yang dibongkar. Tapi kok kayaknya tetep banyak korupsi ya. Bikin KTP masih mahal. Bikin perijinan masih perlu duit. Semua masih perlu uang tip, uang terima kasih, UUD, dll. Itu kan bentuk korupsi. Kenapa masih ada?

Karena gak ada “hukum” di negara ini.

Oke emang udah ada KUHP .. UU KPK.. UU Tipikor juga dah ada tapi mlempem di penegakannya. Hukum bisa ditegakkan jika 3 pilar hukum tegak. Yakni Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman. Jika 3 pilar hukum ini masih mandul ya jangan harap korupsi cepet diberantas. Dukung dan bantu mereka untuk bersih.

Ketiga, masyarakat sering bicara korupsi tapi kok mlempem ketika ada kasus korupsi di lingkungannya ?! Tanya kenapa?

Seorang tokoh anti korupsi pernah bilang kalo ada 2 type masyarakat dalam menghadapi krisis korupsi. Sikap Pertama, menolak secara tegas. Jika beramai-ramai dan tidak anarkis tentu saja bisa menjadi semacam people power. Tapi jika sendirian.. waduh.. salah-salah malah kena kasus pencemaran nama baik. Malah jadi bumerang buat diri sendiri.
Sikap Kedua, yaitu menunggu ada moment yang tepat untuk ikut melawan korupsi. Moment disini juga berarti suatu orang/badan yang bertekat kuat untuk melawan korupsi. Contoh kasus ya dengan adanya KPK yang dinilai bersih maka orang semakin lantang untuk melawan korupsi.

Contoh lain dari type kedua di atas adalah Cause Announcement FIGHT CORUPPTION ini. Jika ternyata ini menjadi sarana ampuh dan mampu tetap bersih maka gema pemberantasan korupsi akan semakin terdengar.

Akhirnya kembali pada diri kita masing-masing. Kalo orang KPK berani bilang ZERO TOLERANCE, mampukah kita melakukan yang sama? Gak pake email kantor untuk urusan pribadi misalnya. Susah lho. Susah keluar dari zona nyaman kita sekarang. Tapi dengan semangat kebersamaan yakin lah itu pasti bisa.

Korupsi itu rantai bulat yang tak berujung pangkal tapi kita tahu pasti bahwa kita salah satu bagian dari rantai itu. Putuskan bagian kita. Dan bantu temen-temen yang telah keluar dari rantai itu. Kita putus kan rantai korupsi dimulai dari hal-hal kecil, dari diri kita sendiri, dan dimulai dari SEKARANG !

–“pray for our nation”–

Di copy paste (dengan sedikit edit) dari tulisan di Facebook.
Fight Corruption Cause.

You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses to “FIGHT CORRUPTION!”

  1. Arja Sukarja
    2009.10.12 12:00

    Kita semua membenci korupsi (apa iya sih?), tetapi sebagian besar dari kita akan mempunyai seribu satu macam alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Itu semua di bungkus dengan seribu macam pembenaran: Kita kan lemah?! Saya kan seorang diri. Kan sudah ada yang melakukan tugas itu, dll. Kalau 250,000,000 (dua ratus limah puluh juta orang Indonesia yang Berketuhanan ini semuanya berdalih seperti itu, maka hanya perlu beberapa “Koruptor” saja untuk menjajah “seperempat milyard manusia” ini. Kita mungkin terbuai dengan cerita “Isaiyyah” kaum yang tertindas semacam Imam Mahdi, Satrio Piningit dan lain-lain cerita semacam itu untuk menyelesaikan persoalan kita. Kita hanya mencari pembenaran untuk berdiam diri dan menunggu seseorang “Satriyo Piningit” yang menyelesaikan persoalan yag harus kita tangani sendiri. Kalau Satriyo Piningit datang dan mau berbuat sesuatu, maka itu hanya untuk kepentingannya sendiri, hanya untuk menggantikan “Si Penindas”. Cerita “Isaiyyah” sejenis ini sengaja di gembar-gemborkan oleh “Para Sulthan” yang culas lewat para pemuka agama yang telah dibeli untuk membuat rakyat menjadi pasif. Meskipun mereka telah musnah, rupanya hasil kerja mereka masih terus berlanjut sampai sekarang. Apakah kita tidak sadar bahwa kalau ada “Satrio Piningit” maka lihatlah di sekitar kita, “KITA SEMUA’ inilah si Satriyo Pingit.
    Korupsi baru bisa musnah dari Bhumi Pertiwi ini kalau masyarakat sudah mau mengambil kendali dan bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Korupsi akan betul-betul lenyap kalau masyarakat secara spontan mau melakukan sesuatu yang tidak biasa guna melindungi harta anak cucu bangsa ini yang dijarah secara “tamak” oleh para Koruptor.

  2. 2012.05.09 11:32

    hancurkan para koruptor…ย 
    presidene skalian gnti juga.. sby trllu bnyak curhat ama masyarakate..

  3. 2012.05.09 11:34

    sby gak pantes lagi jdi presiden… mentang2 para koruptor dri demokrat trus dibiarin gtu aja.. apa gtu yg nama.e presiden yang adil n membela rakyatnya???
    ๐Ÿ‘ฟ

Leave a Reply


A wordpress magazine theme design by Custom Theme Design.