<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: FIGHT CORRUPTION!</title>
	<atom:link href="http://nindityo.com/2008/12/03/fight-corruption/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nindityo.com/2008/12/03/fight-corruption/</link>
	<description>do not judge , be communicative</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Jan 2010 12:37:37 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Arja Sukarja</title>
		<link>http://nindityo.com/2008/12/03/fight-corruption/comment-page-1/#comment-729</link>
		<dc:creator>Arja Sukarja</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Oct 2009 05:00:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://nindityo.com/?p=477#comment-729</guid>
		<description>Kita semua membenci korupsi (apa iya sih?), tetapi sebagian besar dari kita akan mempunyai seribu satu macam alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Itu semua di bungkus dengan seribu macam pembenaran: Kita kan lemah?! Saya kan seorang diri. Kan sudah ada yang melakukan tugas itu, dll. Kalau 250,000,000 (dua ratus limah puluh juta orang Indonesia yang Berketuhanan ini semuanya berdalih seperti itu, maka hanya perlu beberapa &quot;Koruptor&quot; saja untuk menjajah &quot;seperempat milyard manusia&quot; ini. Kita mungkin terbuai dengan cerita &quot;Isaiyyah&quot; kaum yang tertindas semacam Imam Mahdi, Satrio Piningit dan lain-lain cerita semacam itu untuk menyelesaikan persoalan kita. Kita hanya mencari pembenaran untuk berdiam diri dan menunggu seseorang &quot;Satriyo Piningit&quot; yang menyelesaikan persoalan yag harus kita tangani sendiri.  Kalau Satriyo Piningit datang dan mau berbuat sesuatu, maka itu hanya untuk kepentingannya sendiri, hanya untuk menggantikan &quot;Si Penindas&quot;. Cerita &quot;Isaiyyah&quot; sejenis ini sengaja di gembar-gemborkan oleh &quot;Para Sulthan&quot; yang culas lewat para pemuka agama yang telah dibeli untuk membuat rakyat menjadi pasif. Meskipun mereka telah musnah, rupanya hasil kerja mereka masih terus berlanjut sampai sekarang. Apakah kita tidak sadar bahwa kalau ada &quot;Satrio Piningit&quot; maka lihatlah di sekitar kita, &quot;KITA SEMUA&#039; inilah si Satriyo Pingit.
Korupsi baru bisa musnah dari Bhumi Pertiwi ini kalau masyarakat sudah mau mengambil kendali dan bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Korupsi akan betul-betul lenyap kalau masyarakat secara spontan mau melakukan sesuatu yang tidak biasa guna melindungi harta anak cucu bangsa ini yang dijarah secara &quot;tamak&quot; oleh para Koruptor.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita semua membenci korupsi (apa iya sih?), tetapi sebagian besar dari kita akan mempunyai seribu satu macam alasan untuk tidak melakukan apa-apa. Itu semua di bungkus dengan seribu macam pembenaran: Kita kan lemah?! Saya kan seorang diri. Kan sudah ada yang melakukan tugas itu, dll. Kalau 250,000,000 (dua ratus limah puluh juta orang Indonesia yang Berketuhanan ini semuanya berdalih seperti itu, maka hanya perlu beberapa &#8220;Koruptor&#8221; saja untuk menjajah &#8220;seperempat milyard manusia&#8221; ini. Kita mungkin terbuai dengan cerita &#8220;Isaiyyah&#8221; kaum yang tertindas semacam Imam Mahdi, Satrio Piningit dan lain-lain cerita semacam itu untuk menyelesaikan persoalan kita. Kita hanya mencari pembenaran untuk berdiam diri dan menunggu seseorang &#8220;Satriyo Piningit&#8221; yang menyelesaikan persoalan yag harus kita tangani sendiri.  Kalau Satriyo Piningit datang dan mau berbuat sesuatu, maka itu hanya untuk kepentingannya sendiri, hanya untuk menggantikan &#8220;Si Penindas&#8221;. Cerita &#8220;Isaiyyah&#8221; sejenis ini sengaja di gembar-gemborkan oleh &#8220;Para Sulthan&#8221; yang culas lewat para pemuka agama yang telah dibeli untuk membuat rakyat menjadi pasif. Meskipun mereka telah musnah, rupanya hasil kerja mereka masih terus berlanjut sampai sekarang. Apakah kita tidak sadar bahwa kalau ada &#8220;Satrio Piningit&#8221; maka lihatlah di sekitar kita, &#8220;KITA SEMUA&#8217; inilah si Satriyo Pingit.<br />
Korupsi baru bisa musnah dari Bhumi Pertiwi ini kalau masyarakat sudah mau mengambil kendali dan bertanggung jawab atas kehidupan mereka sendiri. Korupsi akan betul-betul lenyap kalau masyarakat secara spontan mau melakukan sesuatu yang tidak biasa guna melindungi harta anak cucu bangsa ini yang dijarah secara &#8220;tamak&#8221; oleh para Koruptor.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
