do not judge , be communicative
Hati Seekor Tikus
Seekor tikus merasa hidupnya sangat tertekan karena takut pada kucing. Ia lalu menemui seorang penyihir sakti untuk meminta tolong. Penyihir memenuhi keinginannya dan mengubah si tikus menjadi seekor kucing.
Namun setelah menjadi kucing, kini ia begitu ketakutan pada anjing.
Kembali ia menemui penyihir sakti yang kemudian mengubahnya menjadi seekor anjing.
Tak lama setelah menjadi anjing, sekarang ia merasa ketakutan pada singa.
Sekali lagi penyihir sakti memenuhi keinginannya dan mengubahnya menjadi seekor singa.
Apa yang terjadi? Kini ia sangat ketakutan pada pemburu. Ia mendatangi lagi si penyihir sakti meminta agar diubah menjadi pemburu. Kali ini si penyihir sakti menolak keinginan itu sambil berkata,
“Selama kau masih berhati tikus, tak peduli bagaimana pun bentukmu, kau tetaplah seekor tikus yang pengecut”
Ya..! Kita adalah apa yang ada di dalam hati kita. Bentuk luar, tingkah laku, dan lain-lain hanyalah tempelan yang dapat menyembunyikan “kita” yang sejati.
(Cerita Anthonny De Mello)
Gambar dari sini.
Possibly Related Posts:
- i was dreaming of you last night.
- Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku
- Los Felidas
- Shmily
- Belaian Nan Lembut
| Print article | This entry was posted by nindityo on December 4, 2008 at 6:09 am, and is filed under resonansi. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |

about 1 year ago
mending jadi nenek sihir yak?
edys last blog post..Berhenti di Belakang Garis Putih
about 1 year ago
waaaa kereeeennnn
about 1 year ago
very touching…..
about 1 year ago
skali bejad teteb bejad yak oom??
Ades last blog post..26 more to go
about 1 year ago
lah koruptor kita juga sering digambarin dengan TIKUS kok (atau mau nunjukin)