sungguh..

aku memimpikanmu malam tadi malam.
aku masih dapat merasa kamu ada disisiku seperti semalam. berbaju putih berlengan panjang. dengan pulas tipis riasan seperti yang biasa kau kenakan. aku masih merasakanmu. bahkan sekarang.
aku memimpikanmu tadi malam.
derai tawamu saat kau goda diriku. senyum bibirmu saat senang hatimu. desis angin disela-sela bicaramu. gerak rambutmu saat tergelak tubuhmu. dan hangat jemari ketika kau sentuh tubuhku.
aku memimpikanmu tadi malam.
berbincang lembut tentang kita. hari-hari yang pernah kita lalui. hal-hal kecil yang membuat kita begitu dekat. kecemasan-kecemasan kita menghadapi hidup dan janji-janji kita untuk mengatasinya.
aku memimpikanmu tadi malam.
masih dapat kuingat semburat merah ketika ku singgung sikapmu padaku dulu. sama seperti malu ku ketika kau balik sebutkan kisahku. aku tau kita sama-sama berhati-hati. sama-sama menjaga diri. dan kini kita sadari apa yang mungkin terjadi.
aku memimpikanmu tadi malam.
ketika kau memegang erat ujung bajuku. berbicara lewat kedua mata itu. menolakku ketika hendak pergi. mengharap aku menemanimu disisa hari. aku tak mampu menolak. aku tahu kelemahanku. kamu.
aku memimpikanmu tadi malam.
dengan kamu berbaring disampingku. dengan kepalamu berbantal lenganku. dengan rambut mu terurai disisi kepalaku. aku tak mampu. kamu lah salah satu penggenap diriku. aku tahu.

aku memimpikanmu tadi malam.
hanya kamu dan aku di sisa malam. hanya berbaring… hanya berbaring… tanpa bicara. selain hela napasmu disela nyaman tidurmu. aku ada untukmu saat itu. aku tlah genap. aku ada.. bersama dirimu.
aku memimpikanmu tadi malam.
masih tak dapat kupercaya ketika kusadari pagi tlah menghela dirimu. hanya kamu… hanya kamu. yang telah mampu menggangguku. dari belahan jiwa dan hasil benihku. hanya kamu yang mampu… kelemahanku.
aku memimpikanmu tadi malam dan ego ku ingin kamu pun begitu.
des'08
pesona pw dan as
catatan :
terkadang sebuah mimpi cetusan terdalam dari lubuk hati, benarkah ?
Read original blog post