Pertama, bahas slogan pajak dulu.
“lunasi pajaknya, awasi penggunaannya”

Inilah salah satu guna FIGHT CORRUPTION, yakni penyebaran informasi. Kita sadar bahwa bentuk korupsi keuangan adalah penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi. Uang negara yang mana? Ya sisi penerimaan APBN/APBD, dimana 80% APBN dari pajak.

Pajak dipungut negara. Sapa pemungutnya, ya orang pajak. Sapa penggunanya, ya semua bidang yang menerima sisi pengeluaran dari APBN alias semua lapisan masyarakat. Termasuk juga orang pajak.
Jadi kalo dibilang “ngapain aja kerja orang pajak masak masyarakat disuruh ngawasi” ya sebenernya agak salah tuding.
Orang pajak tugasnya ngumpulin duit, yang make semua departemen/ lembaga/masyarakat.
Jadi bukan orang pajak yang ngawasi penggunaannya.
Itu yang pertama.

Kedua, negara dengan indek korupsi (salah satu yang) tertinggi didunia tapi tanpa ada koruptor yang dipenjara.

Emang sih sekarang dah banyak yang diciduk, semakin banyak yang diadili, juga semakin banyak yang dibongkar. Tapi kok kayaknya tetep banyak korupsi ya. Bikin KTP masih mahal. Bikin perijinan masih perlu duit. Semua masih perlu uang tip, uang terima kasih, UUD, dll. Itu kan bentuk korupsi. Kenapa masih ada?

Karena gak ada “hukum” di negara ini.

Oke emang udah ada KUHP .. UU KPK.. UU Tipikor juga dah ada tapi mlempem di penegakannya. Hukum bisa ditegakkan jika 3 pilar hukum tegak. Yakni Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman. Jika 3 pilar hukum ini masih mandul ya jangan harap korupsi cepet diberantas. Dukung dan bantu mereka untuk bersih.

Ketiga, masyarakat sering bicara korupsi tapi kok mlempem ketika ada kasus korupsi di lingkungannya ?! Tanya kenapa?

Seorang tokoh anti korupsi pernah bilang kalo ada 2 type masyarakat dalam menghadapi krisis korupsi. Sikap Pertama, menolak secara tegas. Jika beramai-ramai dan tidak anarkis tentu saja bisa menjadi semacam people power. Tapi jika sendirian.. waduh.. salah-salah malah kena kasus pencemaran nama baik. Malah jadi bumerang buat diri sendiri.
Sikap Kedua, yaitu menunggu ada moment yang tepat untuk ikut melawan korupsi. Moment disini juga berarti suatu orang/badan yang bertekat kuat untuk melawan korupsi. Contoh kasus ya dengan adanya KPK yang dinilai bersih maka orang semakin lantang untuk melawan korupsi.

Contoh lain dari type kedua di atas adalah Cause Announcement FIGHT CORUPPTION ini. Jika ternyata ini menjadi sarana ampuh dan mampu tetap bersih maka gema pemberantasan korupsi akan semakin terdengar.

Akhirnya kembali pada diri kita masing-masing. Kalo orang KPK berani bilang ZERO TOLERANCE, mampukah kita melakukan yang sama? Gak pake email kantor untuk urusan pribadi misalnya. Susah lho. Susah keluar dari zona nyaman kita sekarang. Tapi dengan semangat kebersamaan yakin lah itu pasti bisa.

Korupsi itu rantai bulat yang tak berujung pangkal tapi kita tahu pasti bahwa kita salah satu bagian dari rantai itu. Putuskan bagian kita. Dan bantu temen-temen yang telah keluar dari rantai itu. Kita putus kan rantai korupsi dimulai dari hal-hal kecil, dari diri kita sendiri, dan dimulai dari SEKARANG !

–”pray for our nation”–

Di copy paste (dengan sedikit edit) dari tulisan di Facebook.
Fight Corruption Cause.

Possibly Related Posts: