Beberapa hari ini ada iklan Indonesia Bisa, masih bertema 100 tahun Kebangkitan Nasional, yang sering tayang di televisi. Yang pertama tentang perbuatan seorang anak yang memungut satu sampah dan kemudian perbuatan itu diikuti oleh tindakan yang sama oleh satu orang, dan satu orang lagi, menjadi beberapa orang, dan kemudian menjadi ...
Kenaikan harga BBM dibuktikan sudah. Akhirnya dengan ke-tambeng-annya pemerintah tetap menaikkan harga BBM meskipun banyak yang menolaknya. Banyak orang makin susah, kemiskinan makin banyak, pemerintah tidak peka, dan masih banyak lagi alasan lainnya. Penunggang alasan dibalik kenaikan harga BBM juga gak kalah banyak, mengatasnamakan penderitaan rakyat mulai mengecam orang lain, menyalahkan orang lain seakan jika dia yang memimpin maka harga BBM gak akan dinaikkan, mulailah era dimana dia salah dan aku benar. Nah sekarang saatnya pemain politik bermain. Semua perdebatan tentu mengundang emosi jika kita tetap berpandangan bahwa kita benar dan dia salah. Kita dikelompok pandai dan dia dikelompok bodoh. Tetapi sebuah perdebatan tentu akan semakin memperkaya kita jika kita mau belajar dan mau memahami kenapa orang bisa berbeda pendapat dengan kita. Inilah waktu yang tepat untuk memahami sesuatu dari sudut pandang yang baru. Belajar dari kenyataan hidup. Beberapa hal baru yang aku dapat dari perdebatan tentang kenaikan harga BBM antara lain :
Masih berkisar iklan teh Sariwangi dengan tema "mari nge-teh..mari bicara". Pada iklan yang kedua ini tetap menonjolkan suasana kehangatan keluarga khususnya pasangan suami istri. Disini diceritakan tentang tentang telpon suami kepada istrinya untuk bertemu di sebuah tempat yang dikatakan sebagai "tempat favorite kita". Pada waktu yang telah ditentukan, sang istri ...