do not judge , be communicative
Posts tagged kpk
FIGHT CORRUPTION!
Dec 3rd
Pertama, bahas slogan pajak dulu.
“lunasi pajaknya, awasi penggunaannya”
Inilah salah satu guna FIGHT CORRUPTION, yakni penyebaran informasi. Kita sadar bahwa bentuk korupsi keuangan adalah penggunaan uang negara untuk kepentingan pribadi. Uang negara yang mana? Ya sisi penerimaan APBN/APBD, dimana 80% APBN dari pajak.
Pajak dipungut negara. Sapa pemungutnya, ya orang pajak. Sapa penggunanya, ya semua bidang yang menerima sisi pengeluaran dari APBN alias semua lapisan masyarakat. Termasuk juga orang pajak.
Jadi kalo dibilang “ngapain aja kerja orang pajak masak masyarakat disuruh ngawasi” ya sebenernya agak salah tuding.
Orang pajak tugasnya ngumpulin duit, yang make semua departemen/ lembaga/masyarakat.
Jadi bukan orang pajak yang ngawasi penggunaannya.
Itu yang pertama.
Kedua, negara dengan indek korupsi (salah satu yang) tertinggi didunia tapi tanpa ada koruptor yang dipenjara.
Emang sih sekarang dah banyak yang diciduk, semakin banyak yang diadili, juga semakin banyak yang dibongkar. Tapi kok kayaknya tetep banyak korupsi ya. Bikin KTP masih mahal. Bikin perijinan masih perlu duit. Semua masih perlu uang tip, uang terima kasih, UUD, dll. Itu kan bentuk korupsi. Kenapa masih ada?
Karena gak ada “hukum” di negara ini.
Oke emang udah ada KUHP .. UU KPK.. UU Tipikor juga dah ada tapi mlempem di penegakannya. Hukum bisa ditegakkan jika 3 pilar hukum tegak. Yakni Kepolisian, Kejaksaan, dan Kehakiman. Jika 3 pilar hukum ini masih mandul ya jangan harap korupsi cepet diberantas. Dukung dan bantu mereka untuk bersih.
Ketiga, masyarakat sering bicara korupsi tapi kok mlempem ketika ada kasus korupsi di lingkungannya ?! Tanya kenapa?
Seorang tokoh anti korupsi pernah bilang kalo ada 2 type masyarakat dalam menghadapi krisis korupsi. Sikap Pertama, menolak secara tegas. Jika beramai-ramai dan tidak anarkis tentu saja bisa menjadi semacam people power. Tapi jika sendirian.. waduh.. salah-salah malah kena kasus pencemaran nama baik. Malah jadi bumerang buat diri sendiri.
Sikap Kedua, yaitu menunggu ada moment yang tepat untuk ikut melawan korupsi. Moment disini juga berarti suatu orang/badan yang bertekat kuat untuk melawan korupsi. Contoh kasus ya dengan adanya KPK yang dinilai bersih maka orang semakin lantang untuk melawan korupsi.
Contoh lain dari type kedua di atas adalah Cause Announcement FIGHT CORUPPTION ini. Jika ternyata ini menjadi sarana ampuh dan mampu tetap bersih maka gema pemberantasan korupsi akan semakin terdengar.
Akhirnya kembali pada diri kita masing-masing. Kalo orang KPK berani bilang ZERO TOLERANCE, mampukah kita melakukan yang sama? Gak pake email kantor untuk urusan pribadi misalnya. Susah lho. Susah keluar dari zona nyaman kita sekarang. Tapi dengan semangat kebersamaan yakin lah itu pasti bisa.
Korupsi itu rantai bulat yang tak berujung pangkal tapi kita tahu pasti bahwa kita salah satu bagian dari rantai itu. Putuskan bagian kita. Dan bantu temen-temen yang telah keluar dari rantai itu. Kita putus kan rantai korupsi dimulai dari hal-hal kecil, dari diri kita sendiri, dan dimulai dari SEKARANG !
–”pray for our nation”–
Di copy paste (dengan sedikit edit) dari tulisan di Facebook.
Fight Corruption Cause.
Possibly Related Posts:
- Pesta Blogger 2008 yang Bikin BETE
- Kemiskinan (Poverty)
- Selamat Idul Fitri 1429 H
- Bubarin KBBC Besok !
- Share the Road.. share your heart
Ciri seorang sahabat adakah padamu
Apr 13th
Berbicara tentang sahabat merupakan siksaan tersendiri buat aku. Hai ini didasari kenyataan bahwa terkadang orang yang kita anggap sahabat justru hanya menganggap kita sekedar sebagai teman biasa. Seorang teman, sebut saja namanya Acong, pernah mengeluh bahwa temennya, kita sebut saja Yank (dari kata Yankie karena ke barat-baratan
) selalu mengeluh tentang segala hal kepadanya. Hampir pecah kepalaku mendengar cerita-ceritanya, tambah Acong. Aku kaget sekaget kagetnya. Sebab beberapa waktu yang lalu Yank pernah cerita kalo Acong adalah sahabat terbaiknya yang mampu mendengar segala keluh kesahnya. Yang selalu ada saat Yank membutuhkan. Aku sendiri melihat selama ini emang Cong-Yank sebagai laiknya pasangan yang ideal. Jika kamu menjadi Yank dan tau omongan Cong, apa yang akan kamu bilang?
Di dalam mobil di suatu perjalanan panjang menuju kota tempat lahirku, orang yang selama ini aku anggap sahabat dan (memang) beberapa waktu sempat berbeda kota bercerita tentang kehidupannya. Dia berkata bahwa sahabat-sahabatnya lah yang selama ini selalu mendukung ide-idenya dan membuatnya menjadi orang seperti sekarang ini. Namaku tidak sekali pun disebutnya. Shame on me ..
Cerita di atas masih ditambah dengan kenyataan bahwa suatu ketika orang yang aku anggap “temen biasa” ternyata dengan bangga menyebut diriku “sahabat”-nya. Bergetar aku mendengar hal itu. Suatu ke-malu-an yang sangat besar memukul diriku.
Kenyataan ini menyadarkan bahwa batas antara sebutan “teman” dan “sahabat” begitu tipisnya. Dan bahwa batasan antara “teman” dan ”sahabat” ternyata dibuat oleh diri kita aku sendiri. Ini juga menimbulkan pertanyaan baru, bolehkah aku menempatkan kata teman ato sahabat dalam sosok orang yang aku kenal ? Siapa yang memperbolehkan? Jika boleh, kapankah saat itu? Apa syarat seseorang boleh disebut teman ato disebut sahabat ?
What is a friend ? A single soul dwelling in two bodies.
Aristotle
Bahkan kata teman ato sahabat telah menjadi pertanyaan pada dahulu kala. Kata sahabat dalam pembatas buku yang aku punya bertulis : “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seseorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabat Nya (Yoh 15:13)” dan “Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran (Amsal 17:17)”. Ciri sahabat disini adalah kasih. Jika kasih menjadi ciri seorang sahabat berarti sahabat tidak selalu menjadi orang yang kita kenal. Sedangkan teman pastilah kita kenal. Begitukah ? Ato kita balik pertanyaan kita. Bagaimana kita bisa pantas disebut sahabat ? Ciri apakah yang melekat pada kita sehingga kita bisa disebut sahabat ? Kasih.. bersedia membantu dalam kesukaran.. memahami.. selalu ada.. memberi nasihat yang baik.. jujur.. tidak mengharap balasan .. pasti banyak kriteria yang bisa kita sematkan yang ujung-ujungnya malah membuat kita tidak layak disebut sahabat oleh orang lain.
Bagaimana dengan kriteria yang ini : bisa memahami maksud kita meski kita tidak secara tegas menyatakan maksud kita. Jika kita memegang perut, dia langsung memahami bahwa kita lapar dan mengajak makan.
sahabat yang baik kan .. Ato kriteria yang ini : bisa memberikan lebih dari yang kita harapkan. Jika kita bersedih, dia bisa mendengar keluh kesah kita dan bahkan membuat kita tertawa, melupakan kesedihan kita. Bagaimana kedua kriteria tadi? Bolehkah disebut kriteria sahabat yang baik?
Tentu saja boleh. Dan dengan jujur aku bisa menunjukkan siapa sosok yang pantas dijadikan sahabat jika kedua kriteria tadi kita jadikan patokan. Tau gak maksud kalimat di bawah ini :
Mau tau gak mafia di senayan
Kerjanya tukang buat peraturan
Bikin UUD ujung-ujungnya duit
Emang ada mafia di senayan, siapa mafia di senayan, ada siapa saja di senayan, siapa tukang buat peraturan, serba tidak jelas maksud kalimat di atas. Tetapi “sahabat yang baik” juga mampu mengartikannya secara jelas bahkan lebih.
Bagaimana dengan berita ini tentang pengalihan fungsi hutan lindung menjadi kota. “Sahabat yang baik” tidak hanya mendukung bahkan lebih dari itu juga membuatnya menjadi sebuat hal yang benar sesuai peraturan. Suatu pemberian lebih dari yang diharapkan. Toh tidak sampai memberikan “nyawa” nya, cuma martabatnya.
Sahabat yang baik ada di senayan. Betuuull ?? (Zainuddin MZ : Mode ON)
Bagi aku pribadi seorang sahabat adalah yang mampu berkata “kamu salah” ketika aku melakukan kesalahan dan tidak membiarkannya dengan alasan “tidak enak mengatakannya”. Seorang sahabat bagiku adalah yang mampu membuatku menelan empedu jika memang akan membuatku sembuh. Seorang sahabat bagiku adalah yang tidak selalu mendukung setiap keinginanku tetapi mengingatkanku akan konsekwensi dari keputusanku. Seorang sahabat bagiku adalah Slank dengan lirik lagunya dan KPK dengan tindakannya. Sahabat adalah yang mempedulikan kita.
Oh ya, yang bingung dengan kode di gambar Our Friendship Story di atas ini artinya :
Once upon a time, I was lonely; looking for somebody; who would be like me in everyway; so that we two had something in common to do and say.Then I found you one day and said; “You will be my forever friend”; you made me so happy, you bright end up my life; we got along so well and had lots of fun in our own stride…
And now I just can not imagine what I would have done without you; for you are so wonderful, funny and sweet. You are my dream-come-true; so, dear friend, say you will always be there, to share in my good and bad times and to tell me ‘You care’.
Lihat, aku tidak membiarkanmu bingungkan. Aku peduli.
Possibly Related Posts:
- FIGHT CORRUPTION!
- Pesta Blogger 2008 yang Bikin BETE
- Kemiskinan (Poverty)
- Selamat Idul Fitri 1429 H
- Bubarin KBBC Besok !


