do not judge , be communicative
Posts tagged love
i was dreaming of you last night.
Dec 29th
sungguh..
aku memimpikanmu malam tadi malam.
aku masih dapat merasa kamu ada disisiku seperti semalam. berbaju putih berlengan panjang. dengan pulas tipis riasan seperti yang biasa kau kenakan. aku masih merasakanmu. bahkan sekarang.
aku memimpikanmu tadi malam.
derai tawamu saat kau goda diriku. senyum bibirmu saat senang ada dihatimu. desis angin disela-sela jeda bicaramu. gerak rambutmu saat tergelak tubuhmu. dan hangat jemari ketika kau sentuh tubuhku.
aku memimpikanmu tadi malam.
berbincang lembut tentang kita. hari-hari yang pernah kita lalui. hal-hal kecil yang membuat kita begitu dekat. kecemasan-kecemasan kita menghadapi hidup dan janji-janji kita untuk mengatasinya.
aku memimpikanmu tadi malam.
masih dapat kuingat semburat merah ketika ku singgung sikapmu padaku dulu. sama seperti malu ku ketika kau balik sebutkan kisahku. aku tau kita sama-sama berhati-hati. sama-sama menjaga diri. dan kini kita sadari apa yang mungkin terjadi.
aku memimpikanmu tadi malam.
ketika kau memegang erat ujung bajuku. berbicara lewat kedua mata itu. menolakku ketika hendak pergi. mengharap aku menemanimu disisa hari. aku tak mampu menolak. aku tahu kelemahanku. kamu.
aku memimpikanmu tadi malam.
dengan kamu berbaring disampingku. dengan kepalamu berbantal lenganku. dengan rambut mu terurai disisi kepalaku. aku tak mampu. aku tak ingat apakah kau menciumku ato aku menciummu. aku cuma merasa lengkap. aku penuh akan dirimu. aku hanya tahu.
aku memimpikanmu tadi malam.
hanya kamu dan aku di sisa malam. hanya berbaring… hanya berbaring… hanya berbaring. dengan matamu terkatup sayub dan senyum itu.. senyum dalam tidur mu itu masih membayang. tanpa bicara. selain hela napasmu disela nyaman tidurmu. aku ada untukmu saat itu. aku tlah genap. aku kini mengada.. bersama dirimu.
aku memimpikanmu tadi malam.
masih tak dapat kupercaya ketika kusadari pagi tlah menghela dirimu. hanya kamu… hanya kamu. yang telah mampu menggangguku. dari belahan jiwa dan hasil benihku. hanya kamu yang mampu… kelemahanku.
aku memimpikanmu tadi malam dan ego ku ingin .. kamu pun begitu.
des’08
pesona pw dan as
catatan :
terkadang sebuah mimpi cetusan terdalam dari lubuk hati, benarkah ?
Possibly Related Posts:
Shmily
Sep 25th
Kakek-nenekku sudah lebih dari setengah abad menikah, namun tetap memainkan permainan istimewa itu sejak mereka bertemu pertama kali. Tujuan permainan mereka adalah menulis kata “shmily” di tempat yang secara tak terduga akan ditemukan oleh yang lain. Mereka bergantian menulis “shmily” di mana saja di dalam rumah. Begitu yang lain menemukannya, maka yang menemukan sekali lagi mendapat giliran menulis kata itu di tempat tersembunyi.
Dengan jari mereka menorehkan “shmily” di dalam wadah gula atau wadah tepung, untuk ditemukan oleh siapa pun yang mendapat giliran menyiapkan makanan. Mereka membuatnya dengan embun yang menempel pada jendela yang menghadap ke beranda belakang, tempat nenekku selalu menyuguhkan puding warna biru yang hangat, buatannya sendiri. “Shmily” dituliskan pada uap yang menempel pada kaca kamar mandi setelah seseorang mandi air panas; kata itu akan muncul berulang-ulang setiap kali ada yang selesai mandi. Nenekku bahkan pernah membuka gulungan tisu toilet dan menulis “shmily” di ujung gulungan itu.
“Shmily” bisa muncul di mana saja. Pesan-pesan singkat dengan “shmily” yang ditulis tergesa-gesa bias ditemukan di dasbor atau jok mobil, atau direkatkan pada kemudi. Catatan-catatan kecil itu diselipkan ke dalam sepatu atau diletakkan di bawah bantal. “Shmily” digoreskan pada lapisan debu di atas penutup perapian atau pada timbunan abu di perapian. Di rumah kakek-nenekku, kata yang misterius itu merupakan sesuatu yang penting, sama pentingnya dengan perabotan.
Aku memerlukan waktu lama sekali sebelum benar-benar bisa memahami dan menghargai permainan kakek nenekku.
Sikap skeptis membuatku tidak percaya bahwa cinta sejati itu ada—cinta yang murni mengatasi segala suka dan duka. Meski begitu, aku tak pernah meragukan hubungan kakek-nenekku. Mereka sungguh saling mencintai. Dengan cinta yang lebih mendalam daripada kemesraan yang mereka tunjukkan; cinta adalah cara dan pedoman hidup mereka. Hubungan mereka didasarkan pada pengabdian dan kasih yang tulus, yang tidak semua orang cukup beruntung untuk mengalaminya.
Kakek dan Nenek selalu bergandengan tangan kapan saja kesempatan memungkinkan. Mereka berciuman sekilas bila bertabrakan di dapur mereka yang mungil. Mereka saling menyelesaikan kalimat pasangannya. Setiap hari mereka bersama-sama mengisi teka-teki silang atau permainan acak kata. Nenekku membisikkan kepadaku bahwa kakekku sangat menarik, dan bahwa semakin tua Kakek semakin tampan. Menurut Nenek, dia tahu “bagaimana membuat Kakek bahagia.” Sebelum makan mereka selalu menundukkan kepala dan mengucap syukur atas rahmat yang mereka terima: keluarga yang bahagia, rezeki yang cukup, dan pasangan mereka.
Tetapi, dalam kehidupan kakek-nenekku ada satu sisi kelam: nenekku menderita kanker payudara. Penyakit itu pertama kali diketahui sepuluh tahun sebelumnya. Seperti yang selalu dilakukannya, Kakek mendampingi Nenek menjalani setiap tahap pengobatan. Dia menghibur Nenek di kamar kuning mereka, yang sengaja dicat dengan warna itu agar Nenek selalu dikelilingi sinar matahari, bahkan ketika dia terlalu sakit untuk keluar rumah.
Sekali lagi kanker menyerang tubuh Nenek. Dengan bantuan sebatang tongkat dan tangan kakekku yang kukuh, mereka tetap pergi ke gereja setiap pagi. Tetapi nenekku dengan cepat menjadi lemah sampai, akhirnya, dia tak bisa lagi keluar rumah. Kakek pergi ke gereja sendirian, berdoa agar Tuhan menjaga istrinya. Sampai pada suatu hari, apa yang kami takutkan terjadi. Nenek meninggal.
“Shmily.” Kata itu ditulis dengan tinta kuning pada pita-pita merah jambu yang menghias buket bunga duka untuk nenekku. Setelah para pelayat semakin berkurang dan yang terakhir beranjak pergi, para paman dan bibiku, sepupu-sepupuku, dan anggota keluarga lainnya maju mengelilingi Nenek untuk terakhir kali. Kakek melangkah mendekati peti mati nenekku lalu, dengan suara bergetar, dia menyanyi untuk Nenek. Bersama air mata dan kesedihannya, lagu itu dia nyanyikan; lagu ninabobo dalam alunan suara yang dalam dan parau.
Tergetar oleh kesedihanku sendiri, aku takkan pernah melupakan saat itu. Karena pada saat itulah, meskipun aku belum dapat mengukur dalamnya cinta mereka, aku mendapat kehormatan menjadi saksi keindahannya yang abadi.
S-h-m-i-l-y : See How Much I Love You.
Lihat, betapa aku mencintaimu.
Terima kasih, Kakek dan Nenek, karena telah mengizinkan aku melihatnya.
Laura Jeanne Allen
Catatan : Gambar dari sini
Possibly Related Posts:
- i was dreaming of you last night.
- Hati Seekor Tikus
- Ikatkan Sehelai Pita Kuning Bagiku
- Los Felidas
- Belaian Nan Lembut
Love is …
Jul 20th
Sebenernya dah basi kalo masih ngulas tentang lagu “Sempurna” dari Andra and The Backbone, lagu “Aku Mau” dari Once, apalagi lagu “Really Love A Woman” nya Bryan Adam. Kalo istilah temenku, ngutip dari AADC, “telat.. madingnya dah terbit!” Pada dasarnya ketiga lagu tadi sangat aku suka. Tetapi semakin lama mendengar dan menyanyikannya semakin terasa bahwa ada sesuatu yang terasa mengganjal. Tapi karena lagu-lagu ini masih tetep hits terutama di karaoke
gak ada salahnya tetep di tulis unggah. Tentu saja berdasarkan sekelebat bayangan yang ada di kepala.
Bagaimana kita bisa mencintai seseorang namun kita menginginkan dia membalas seperti yang telah kita beri ? Bagaimana kita dapat mencinta jika mengharap balasan ? Kesempurnaan siapa yang akan dicari, .. dia, kita ato kesempurnaan bersama ? Bagaimana aku musti mencinta ?
Possibly Related Posts:
- FIGHT CORRUPTION!
- Pesta Blogger 2008 yang Bikin BETE
- Kemiskinan (Poverty)
- Selamat Idul Fitri 1429 H
- Bubarin KBBC Besok !